a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Koperasi Jadi Pilar Utama Strategi Agrinas Palma Bangun Perkebunan

dok Agrinas Palma

Koperasi Jadi Pilar Utama Strategi Agrinas Palma Bangun Perkebunan

14 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menempatkan koperasi sebagai pilar utama dalam membangun ekosistem agribisnis perkebunan untuk mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan energi nasional.

Melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Koperasi, Agrinas Palma mendorong lahirnya model kemitraan yang menghubungkan petani, koperasi, mitra stretegis, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan, koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan petani sekaligus penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

“Melalui penguatan koperasi, Agrinas Palma tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor perkebunan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi daerah, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Abdul Ghani dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut Abdul Ghani menuturkan, konsep yang dikembangkan Agrinas Palma mengedepankan kemitraan triple helix, yaitu sinergi antara koperasi sebagai wadah pemberdayaan petani, Agrinas Palma sebagai lead integrator, serta mitra strategis sebagai penyedia teknologi, akses pasar, dan dukungan pembiayaan.

Model kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat hilirisasi komoditas strategis yang menjadi mandat dari Kementerian Pertanian kepada Agrinas Palma.

Percepatan itu meliputi pengembangan perkebunan kelapa sawit, singkong, jagung, dan kedelai, sehingga mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

“Dalam skema tersebut, Agrinas Palma berperan sebagai penyedia lahan sekaligus lead integrator yang menghubungkan koperasi petani dengan mitra strategis untuk memastikan produksi, pengolahan, dan penyerapan hasil berjalan secara terintegrasi,” jelas Abdul Ghani.

Menurut Abdul Ghani, kemitraan ini tidak hanya menciptakan kepastian usaha bagi koperasi dan petani, tetapi juga memperkuat kredibilitas bisnis sehingga mempermudah akses terhadap pembiayaan lembaga keuangan guna mendukung ekspansi usaha dan peningkatan skala produksi.

“Pendekatan ini juga mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi modern, penggunaan benih unggul, mekanisasi, serta pendampingan agronomis,” kata Abdul Ghani.

Dengan produktivitas yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih efisien, koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para petani.

“Sinergi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan lembaga keuangan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Abdul Ghani. (fad)

Tags: PT Agrinas Palma Nusantara

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementerian ESDM Uji Coba B50, Ini Hasilnya

Kementerian ESDM Uji Coba B50, Ini Hasilnya

22 April 2026
Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan waktu dua minggu bagi para produsen beras untuk melakukan penyesuaian

Kementan Temukan Peredaran Beras Rugikan Konsumen Rp 99,35 Triliun

26 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.