a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Ketersediaan Bahan Baku untuk B50 Dinilai Mencukupi

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono

Ketersediaan Bahan Baku untuk B50 Dinilai Mencukupi

30 April 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Ketersediaan bahan baku untuk program biodisel B50 dinilai mencukupi. Hanya jika permintaan pasar global ada peningkatan, ekspor CPO bakal berkurang.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono di sela-sela peluncuran peluncuran buku berjudul “45 Tahun GAPKI untuk Negeri” di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

“Kalau secara produksi cukup, tapi nanti kalau dengan kondisi stagnasi seperti ini, apabila terjadi peningkatan permintaan impor, belum tentu bisa dipenuhi semuanya,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, program B50 yang dimulai awal Juli 2026 ini setidaknya dbutuhkan penambahan sekitar 1,5 hingga 1,7 juta ton minyak sawit mentah (CPO). Sedangkan untuk 1 tahun diimplementasikan B50 perlu penambahan sekitar 3 sampai dengan 3,5 juta ton.

“Tetapi, apapun itu tidak usah khawatir, kebutuhan dalam negeri itu menjadi prioritas utama dulu. Sehingga, apapun kita harus meningkatkan produktivitas, meningkatkan produksi, itu tidak bisa ditawar,” jelas Eddy.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, agar program B50 bisa berkelanjutan perlu diimbangi produksi CPO sekitar 60 juta ton seperti program peremajaan sawit rakyat (PSR) harus berjalan semestinya.

“Nah, permajaan sawit rakyat saat ini bisa dikatakan sangat lambat. Sangat lambat, sehingga itu menyebabkan produksi kita stagnan,” jelas Eddy.

Sekalipun terjadi kenaikan produksi sedikit, kata Eddy, itu karena memang cuaca mendukung dan ditambah program replanting-replanting yang dilakukan perusahaan, sudah mulai panen.

“Kita berharap tahun ini, segera permajaan sawit rakyat harus ditingkatkan. Jangan lagi ada kendala di situ, harus kita lihat kendalanya apa, itu diselesaikan. Supaya, jangan sampai nanti terus tertinggal kebutuhan meningkat terus,” ujar Eddy.

Eddy mengatakan, dunia ini butuh sawit. Karena itu kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan meningkatkan produksi dan produksitivitas sawit rakyat.

Di sisi lain, tambah Eddy, adanya program B50 tidak menekan ekspor. Namun jika ada permintaan yang bertambah dari negara-negara importir, belum tentu dapat dipenuhi Indonesia dengan kondisi saat ini.

Eddy mengingatkan, jika permintaan meningkat sementara pasokan CPO stagnasi maka harga akan menjadi mahal dibandingkan minyak nabati lain. Akibatnya ekspor CPO akan menurun.

“Kalau kenaikan harga minyak sawit lebih tinggi dari minyak nabati dan lainnya, seperti tahun 2024.  Mereka menggantikan dengan minyak nabati lain. Nah ini jangan sampai terjadi,” jelas Eddy. (yog)

Tags: B50cpoEddy MartonoGapki

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Hilirisasi Kakao Dinilai Mampu Dongkrak Produksi

Hilirisasi Kakao Dinilai Mampu Dongkrak Produksi

20 Juni 2026
Biomassa Sawit Raup Transaksi Rp1,04 Triliun di Jepang

Biomassa Sawit Raup Transaksi Rp1,04 Triliun di Jepang

15 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.