Perkebunanindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan siapkan benih tebu berkualitas guna meningkatkan produksi gula nasional.
Langkah konkret dilakukan melalui Program Refocusing Pengembangan Kawasan Tebu dan Bongkar Ratoon (BR) 2025.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa proses pemetaan benih dan penjadwalan tanam harus segera diselesaikan agar program berjalan sesuai target.
“Mapping benih dan jadwal tanam harus selesai dalam waktu dekat. Lahan yang dibuka dan benih yang tertanam harus sesuai dengan target nasional,” ujar Abdul Roni seperti dikutip Selasa (22/7/2025).
Abdul Roni juga menyoroti perlunya percepatan verifikasi Calon Penerima Calon Lahan (CPCL) di lapangan agar bantuan dan dukungan pemerintah lebih tepat sasaran.
Abdul Roni menyampaikan bahwa data CPCL yang masuk masih harus digenjot untuk memenuhi kebutuhan program.
Selain itu, kata Abdul Roni, penguatan peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus tebu menjadi salah satu skema pembiayaan alternatif bagi petani, khususnya untuk memenuhi kebutuhan benih di luar bantuan.
Bantuan pemerintah hanya mencakup dua ton benih per hektare dari kebutuhan delapan ton, sementara sisanya dipenuhi secara mandiri oleh petani.
Untuk itu, lanjut Abdul Roni, penting memastikan mutu benih swadaya agar tidak menurunkan produktivitas.
“Kami mengusulkan agar ada petunjuk teknis khusus yang mengatur pengadaan benih swadaya menggunakan KUR. Jangan sampai kualitas benih yang buruk menurunkan hasil panen petani,” ujar Abdul Roni.
Abdul Roni berarap agar sinergi antara pemerintah, petani, pelaku industri, serta dukungan pembiayaan dari KUR, program BR 2025 dapat mendorong peningkatan produktivitas tebu nasional sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dan energi Indonesia.
“Kami berharap upaya peningkatan produktivitas tebu nasional sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan dan energi Indonesia,” tutup Abdul Roni.
Sementara itu, Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti menyebutikan, saat ini telah tersedia benih dari penangkar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat dengan total luas sekitar 1.238 ha dan potensi peningkatan hingga lebih dari 7.000 ha.
Namun, lanjut Ebu, kualitas benih tetap harus dikawal ketat, baik itu bantuan maupun benih swadaya yang dibeli petani menggunakan KUR.
Ditjen Perkebunan gelar diskusi teknis bersama perwakilan petani CPCL, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) serta berbagai unit eselon I untuk membahas kesiapan benih, mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pengamanan mutu produksi di Wisma Tamu Jatiroto, Lumajang, Sabtu (19/7/2025).
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan swasembada gula secara bertahap, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menargetkan pemenuhan kebutuhan gula konsumsi dan industri secara mandiri,” ujar Amran.
Oleh karena itu, tambah Amran, program refocusing kawasan tebu dan bongkar ratoon 2025 menjadi instrumen penting dalam menekan defisit pasokan. (sat)





Comments 1