a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

28 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat penerapan teknologi pertanian adaptif untuk menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus menjaga produktivitas pertanian nasional.

Melalui jaringan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi, Kementan mendorong pemanfaatan varietas unggul adaptif, teknologi hemat air, serta pola budidaya spesifik lahan kering guna memastikan produksi pangan tetap berjalan optimal.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif seiring masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang telah disiapkan diharapkan mampu mendukung petani menjaga produktivitas di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, antisipasi perlu dilakukan sejak dini melalui percepatan tanam, penguatan pengelolaan air, dan pemanfaatan varietas adaptif di wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan air.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Mentan Amran.

Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mengatakan penguatan inovasi teknologi spesifik lokasi menjadi langkah penting menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“BRMP terus mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian sesuai karakteristik wilayah, mulai dari varietas adaptif, pengelolaan air hemat, hingga pola budidaya spesifik lahan kering agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Fadjry.

Fadjry menambahkan, BRMP Provinsi di seluruh Indonesia terus melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah, penyuluh, dan petani agar inovasi dapat diterapkan lebih luas.

“Penguatan teknologi di lapangan menjadi langkah penting agar petani semakin siap menghadapi dinamika iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” jelas Fadjry.

Sejak awal 2026, BRMP di berbagai wilayah telah memperkuat penerapan teknologi adaptif melalui diseminasi varietas unggul tahan kering, pendampingan budidaya hemat air, hingga penguatan pola tanam spesifik lokasi.

Di Kepulauan Riau, BRMP mendiseminasikan varietas unggul tahan kekeringan seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan kepada petani melalui pendampingan lapangan, penyediaan benih unggul, serta sosialisasi teknologi budidaya adaptif.

Sementara itu, BRMP Bali turut mendukung pemanfaatan benih jagung varietas Jakarin yang adaptif pada kondisi lahan dengan ketersediaan air terbatas dan tetap produktif.

Selain pengembangan varietas adaptif, Kementan jugga terus mendorong penerapan teknologi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

BRMP juga memiliki teknologi budidaya spesifik lahan kering melalui Larikan Gogo Super (Largo Super) yang mengombinasikan penggunaan varietas unggul padi gogo, sistem tanam larikan, pemupukan berimbang, bahan organik, serta pengendalian hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. (har)

Tags: BRMPKementanTeknologiVarietas Padi unggul

Related Posts

Tandan Kosong Sawit Berpotensi Besar untuk Perangkat Superkapasitor

BRIN Dukung Pemanfaatan Biomassa Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi

25 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan boiler biomassa berbahan bakar tandan kosong kelapa sawit...

BRIN Kembangkan Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri

BRIN Kembangkan Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri

21 Agustus 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan biopestisida berbasis bahan alami dari minyak atsiri untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Presiden Prabowo Sebut Berkat Sektor Pertanian Indonesia Dipercayai Dunia

Presiden Prabowo Sebut Berkat Sektor Pertanian Indonesia Dipercayai Dunia

17 Mei 2026
Mentan Dorong Percepatan Hilirisasi Gambir di Sumatera Barat

Mentan Dorong Percepatan Hilirisasi Gambir di Sumatera Barat

17 September 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.