a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Pacu Hilirisasi Kakao agar Tembus Australia

Kementan Pacu Hilirisasi Kakao agar Tembus Australia

13 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan industri pengolahan dari hulu hingga hilir agar kakao Indonesia agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti cocoa butter yang semakin diminati pasar internasional termasuk Australia.

“Kakao Indonesia tidak boleh diekspor hanya sebagai bahan baku, tetapi harus diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing dan menembus pasar premium dunia, termasuk Australia,” tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip Senin (13/7/2026).

Amran mengatakan, hilirisasi merupakan strategi utama untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan sekaligus memperbesar manfaat yang diterima petani.

Menurut Amran, Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu produsen kakao dunia sehingga peningkatan produktivitas, kualitas, dan kapasitas industri pengolahan harus terus diperkuat secara terintegrasi.

“Kita harus membangun ekosistem kakao yang berkelanjutan. Pekebun memperoleh harga yang lebih baik, industri mendapatkan bahan baku berkualitas, dan ekspor terus tumbuh,” ujar Mentan Amran.

Dengan demikian, lanjut Amran, nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri dan kesejahteraan pekebun semakin meningkat.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil mengatakan Australia merupakan salah satu pasar potensial bagi produk kakao olahan Indonesia karena tingginya pertumbuhan industri makanan dan minuman di negara tersebut.

Ditambah lagi dukungan kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), membuka ruang yang semakin besar bagi produk hilir kakao nasional untuk memperluas pasar ekspor.

“Cocoa butter Indonesia memiliki prospek yang sangat baik di pasar Australia. Namun keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, melainkan juga kemampuan memenuhi standar keamanan pangan, sistem ketertelusuran produk, dan persyaratan biosekuriti yang berlaku,” kata Ali Jamil dikutip Sabtu (11/7/2026).

Menurut Ali Jamil, penguatan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional.

“Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kakao melalui penggunaan benih unggul, peremajaan tanaman, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta penguatan industri pengolahan,” ujar Ali Jamil.

Dengan langkah tersebut, kata Ali Jamil, produk kakao Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global,” jelasnya.

Ali Jamil menambahkan, keberadaan IA-CEPA harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha nasional untuk memperluas ekspor produk kakao olahan bernilai tambah tinggi.

Menurut Ali Jamil, sinergi antara pemerintah, petani, industri pengolahan, dan eksportir menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kakao Indonesia.

“Kami optimistis ekspor produk hilir kakao seperti cocoa butter akan terus meningkat dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan pekebun,” tutur Ali Jamil.

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan terus memperkuat pengembangan kawasan kakao nasional melalui penyediaan benih unggul, peremajaan tanaman, peningkatan kapasitas petani, serta penerapan budidaya berkelanjutan guna menjamin ketersediaan bahan baku berkualitas bagi industri pengolahan. (har)

Tags: Hilirisasi kakaoKementanMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Potensi Minyak Atsiri ke Rusia Rp 2,01 Miliar

Kemendag Sebut Potensi Minyak Atsiri ke Rusia Rp 2,01 Miliar

2 September 2025
Bapanas Satgas Perketat Awasi Peredaran Gula Rafinasi

Bapanas Satgas Perketat Awasi Peredaran Gula Rafinasi

7 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.