Perkebunanindonesia.com – Hilirisasi perkebunan menjadi salah satu fokus utama kegiatan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya di Maluku.
Sejumlah komoditas pertanian khususnya perkebunan, dengan permintaan tinggi di pasar global seperti cokelat, kacang mete, kopi, dan kelapa, terus menjadi sorotan pasar global.
Direktorat Jenderal Perkebunan gandeng multipihak perkuat strategi hilirisasi komoditas perkebunan dan pengembangan tanaman pangan untuk mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas (Pit) Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Abdul Roni Angkat mengatakan, penyiapan bahan baku industri sangat penting dalam pengembangan hilirisasi.
“Untuk itu,kami akan mengembangkan komoditas unggulan di Pulau Maluku seperti pala,kelapa, jambu mete, kopi, kakao, dan sagu,” ujar Roni saat melakukan audiensi dengan Gubernur Maluku, Kamis (31/07/2025)
Lebih lanjut, Roni menegaskan komitmen Kementan untuk mengembalikan kejayaan rempah, khususnya lada dan pala, yang sangat potensial di Maluku.
Selain itu, untuk mendukung ketahanan pangan, pengembangan padi tidak hanya terbatas pada padi sawah, tetapi juga padi lahan kering.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.
Sebelumnya, Mentan Amran menekankan hilirisasi produk pertanian merupakan jalan cepat Indonesia untuk menjadi negara mandiri dan berpengaruh secara global.
“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia.
Menurut Amran, penguatan hilirisasi ini sangat penting, dan harus diperkuat, karena dapat meningkatkan nilai tambah.
“Jadi tak hanya jual produk mentah saja,namun dikembangkan menjadi produk setengah jadi atau produk jadi, sebelum diekspor ke luar negeri,” jelas Amran. (sat)





Comments 2