PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen mendukung pelaku usaha, termasuk di industri ban, untuk terus memperkuat ekspor.
“Kemendag berkomitmen untuk terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui perundingan perdagangan yang telah berjalan maupun yang sedang dirundingkan,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso, Selasa (22/7/2026).
Kemendag juga menyambut baik partisipasi berbagai produk ban berkualitas dari Indonesia dalam promosi dagang internasional dan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon buyer potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri.
Saat ini, sebut Mendag, Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, serta 11 perjanjian yang masih dalam tahap negosiasi, termasuk penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
“Prinsipnya, kami ingin terus membangun komunikasi dengan dunia usaha. Jika terdapat kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi, sampaikan kepada kami agar dapat dicarikan solusi bersama,” jelas Budi.
Mendag juga menyampaikan, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kemudahan layanan ekspor. Salah satunya, melalui sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi negara-negara mitra perjanjian perdagangan sehingga proses ekspor menjadi lebih efisien.
Dalam pertemuan, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan pasokan bahan baku karet alam di dalam negeri.
Menurut Mukiat, penurunan produksi karet nasional mengakibatkan perusahaan masih harus mengandalkan sebagian bahan baku impor untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Selain itu, kata Mukiat, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap sejumlah komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri juga berpotensi memengaruhi kelancaran produksi.
Mukiat menyebutkan, Bridgestone Indonesia saat ini mengekspor produknya ke sekitar 70 negara dengan Australia, Jepang, dan Malaysia sebagai pasar ekspor utama.
Di sisi lain, Bridgestone Indonesia juga menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia, termasuk melalui penurunan tarif bea masuk. (far)




