a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kakao Penyumbang Surplus Perdagangan Nonmigas September 2025

Kakao Penyumbang Surplus Perdagangan Nonmigas September 2025

Industri Pengolahan Kakao Nasional Tumbuh Kuat di Semester 2026

25 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Industri pengolahan kakao nasional kembali menunjukkan kinerja yang semakin kuat pada triwulan dua tahun 2026, di tengah dinamika pasar kakao global yang masih diwarnai volatilitas harga, perubahan pola permintaan, serta tantangan penerapan prinsip keberlanjutan.

Berdasarkan Grind Statistics Q2 2026, volume pengolahan (grinding) kakao Indonesia mencapai 110.410 ton atau meningkat 30,1 persen dibandingkan pada triwulan pertama yang hanya mencapai 84.844 ton.

Kinerja positif tersebut tercermin dari pada produksi olahan kakao yang mengalami peningkatan sebesar 8,2 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Capaian ini menunjukkan daya saing industri pengolahan kakao nasional yang terus menguat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengolahan kakao dunia dan mitra strategis dalam rantai pasok kakao global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing industri pengolahan kakao nasional sebagai bagian dari hilirisasi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat grinding kakao berskala global.

“Kemenperin terus mempercepat transformasi industri kakao melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan antara petani dan industri, penerapan standar mutu, serta akselerasi implementasi prinsip keberlanjutan,” ungkap Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Agus, dengan kapasitas industri yang besar, Indonesia terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu pusat pengolahan kakao dunia sekaligus mitra strategis dalam rantai pasok kakao global.

Di kawasan Asia, kata Menperin Agus, Indonesia telah menyumbang sekitar 49 persen dari total volume industri pengolahan kakao regional, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pilar utama industri kakao Asia sekaligus memperkuat peran kawasan ini dalam perdagangan produk kakao olahan dunia.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menuturkan, penyelenggaraan Indonesia International Cocoa Conference 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, mempercepat transformasi industri, memperluas akses pasar, serta mewujudkan sistem produksi kakao yang inklusif dan berkelanjutan.

Data Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian mencatat, produksi kakao di Indonesia selama 2025-2028 diproyeksikan naik sedikit secara rata-rata sebesar 0,07 persen per tahun.

Sedangkan produksi kakao tahun 2025 diprediksi mencapai 630,59 ribu ton, tahun 2026 naik 0,26 persen menjadi 632,23 ribu ton. Tahun 2027 produksi kakao turun menjadi 631,01 ribu ton (-019 persen), dan tahun 2028 naik kembali 0,14 persen menjadi 631,92 ribu ton. (fad)

Tags: industri kakao

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Teknik Kondomisasi Kakao Dinilai Efektif Kendalikan Hama PBK

Teknik Kondomisasi Kakao Dinilai Efektif Kendalikan Hama PBK

16 Mei 2026
Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50

Pemanfaatan Biodisel B40 Menghemat Rp60,37 Triliun

12 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.