PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) biji kakao periode Juli 2026 ditetapkan sebesar USD 3.969,56 per MT atau naik USD 137,39 atau 3,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi berlanjutnya gangguan pasokan akibat cuaca buruk dan penurunan produksi di negara-negara produsen utama kakao di Afrika Barat,” ungkap ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana, Rabu (1/7/2026).
Menurut Tommy, kenaikan tersebut mendorong HPE biji kakao menjadi USD 3.646 per MT, meningkat USD 134 atau 3,83 persen.
Penetapan BK biji kakao periode Juli 2026 mengacu pada “Kolom Angka 4 Lampiran Huruf cek font size B PMK Nomor 38 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 68 Tahun 2025”, yaitu sebesar 7,5 persen.
Adapun tarif layanan BLU BPDP atau PE biji kakao juga sebesar 7,5 persen sesuai “Lampiran Huruf C cek font size PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo PMK Nomor 9 Tahun 2026”.
Sistem informasi Pasar Produk Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, harga biji kakao di beberapa sentra utama produksi utama di seluruh Indonesia pada Mei – Juni 2026 ada kenaikan.
Di Kabupaten Pidie (Aceh), harga biji kakao non fermentasi pada Juni 2026 mencapai Rp 50.835 per kilogram (kg), sedangkan di bulai Mei 2026 tercatat Rp 44.560/kg.
Sementara di Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara) harga biji kakao justru turun sedikit. Pada Mei harga kakao non fermentasi tercatat Rp 49.195/kg, sedangkan Juni 2026 sebesar Rp 45.870/kg.
Di Lampung Barat (Lampung) harga kakao non fermentasi naik. Pada Mei 2026 tercatat Rp 48.379/kg, sedangkan Juni 2026 mencapai Rp 54.485/kg.
Kenaikan harga biji kakao juga terjadi di Kabupaten Kulon Progo (DIY) dari Rp 40.000/kg pada Mei 2026 menjadi Rp 45.335/kg pada Juni 2026. Demikian juga di Kabupaten Tabanan (Bali) dari Rp 50.250/kg pada Mei 2026 menjadi Rp 54.025/kg pada Juni 2026.
Di Kabupaten Ngada (NTT) harga biji kakao non fermentasi juga naik dari Rp 55.840/kg pada Mei 2026 menjadi Rp 60.000/kg pada Juni 2026. Kenaikan yang sama juga berlaku di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) dari Rp 53.680/kg pada Mei menjadi Rp 61.000/kg Juni 2026. (far)




