a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Deregulasi Benih Dinilai Tingkatkan Ketersediaan Benih Bermutu

Deregulasi Benih Dinilai Tingkatkan Ketersediaan Benih Bermutu

8 Januari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Deregulasi dan percepatan layanan yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengakselerasi penyediaan benih perkebunan nasional dinilai mampu meningkatkan ketersediaan benih bermutu bagi masyarakat secara signifikan.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat menegaskan, percepatan penyediaan benih merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan dalam memperkuat fondasi pembangunan perkebunan nasional.

“Benih adalah kunci utama peningkatan produktivitas dan daya saing perkebunan. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan regulasi dan pelayanan agar penetapan kebun sumber benih mudah, transparan, dan dapat diakses oleh pelaku usaha serta masyarakat,” kata Abdul Roni dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Roni menambahkan, pihaknya melakukan deregulasi untuk menciptakan ekosistem perbenihan yang sehat, inklusif, dan mendorong partisipasi masyarakat, sekaligus memastikan mutu benih tetap terjaga.

Ketua Umum Himpunan Produsen Benih Perkebunan dan Kehutanan Indonesia (HPBPHI), Masrizal Batubara mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 terjadi lonjakan potensi ketersediaan benih pada sejumlah komoditas strategis.

Untuk kakao, kata Masrizal, potensi benih meningkat tajam dari sebelumnya 36 juta biji menjadi sekitar 200 juta biji. Sementara itu, ketersediaan benih kelapa juga melonjak dari 9 juta menjadi 23 juta butir.

Menurut Masrizal, Kementan secara serius melakukan deregulasi, mulai dari perbaikan aturan penetapan kebun sumber benih, hingga aksi yang masif untuk mendapatkan pohon-pohon induk terpilih.

“Proses layanan usulan kebun sumber benih kini sangat cepat dan efisien. Dalam waktu satu bulan, surat permohonan sudah dipenuhi dan para pemulia langsung diturunkan untuk melakukan evaluasi,” ujar Masrizal.

Pandangan serupa disampaikan Rubiyo, pakar pemuliaan kakao dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, perbaikan sistem penyediaan benih perkebunan berjalan cukup efektif.

“Deregulasi yang dilakukan Kementerian Pertanian mampu mencegah terjadinya monopoli penguasaan benih sumber perkebunan dan membuka peluang penetapan kebun dari hasil inovasi masyarakat. Kondisi ini jelas meningkatkan aksesibilitas benih bermutu bagi pekebun,” kata Rubiyo.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan penyediaan benih merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi, kesejahteraan pekebun, serta ketahanan sektor perkebunan nasional.

“Kami ingin memastikan pekebun mendapatkan benih unggul dengan mudah, cepat, dan terjangkau. Deregulasi kami lakukan untuk memangkas hambatan, mempercepat layanan, dan membuka ruang inovasi,” jelas Amran.

Dengan benih berkualitas, kata Amran, produktivitas meningkat, pendapatan pekebun naik, dan perkebunan Indonesia semakin berdaya saing. (sat)

Tags: BenihDitjen PerkebunanKementanMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

13 Oktober 2026
GAPKI Sinergi dengan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan

GAPKI Sinergi dengan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan

21 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.