a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BRIN Kembangkan Pelat Perlintasan dari Karet untuk Kereta Api

BRIN Kembangkan Pelat Perlintasan dari Karet untuk Kereta Api (dok BRIN)

BRIN Kembangkan Pelat Perlintasan dari Karet untuk Kereta Api

8 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembangkan pelat perlintasan berbahan karet untuk meningkatkan keselamatan kereta api. Perlintasan kereta api sebidang sering kali menyimpan risiko terjadinya kecelakaan.

Ketua Kelompok Riset Karet Teknologi Tinggi BRIN, Ade Soleh Hidayat mengungkapkan, inovasi ini berangkat dari realitas khas pada kereta api di Indonesia.

“Perlintasan kita menghadapi kondisi lingkungan yang beragam antara lain curah hujan yang  tinggi, suhu panas, hingga beban lalu lintas yang padat. Material harus mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut,” jelas Ade dikutip laman brin.go.id, Selasa (5/5/2026).

BRIN menyebut, ada persoalan teknis yang tak kalah menentukan antara lain permukaan yang tidak rata, licin saat hujan, hingga getaran yang membuat kendaraan kehilangan kendali.

Para peneliti BRIN mencoba menawarkan pendekatan berbeda: memperbaiki keselamatan dari sisi yang paling dasar yakni material yang dilalui roda.

Melalui Pusat Riset Komposit dan Biomaterial, BRIN mengembangkan Rubber Crossing Plate (RCP), panel perlintasan berbasis karet alam yang dirancang untuk menciptakan permukaan lintasan yang lebih stabil, rata, dan memiliki daya cengkram lebih baik.

Karet memiliki sifat elastis yang memungkinkan distribusi beban lebih merata. Saat kendaraan melintas, material ini tidak hanya menahan tekanan, tetapi juga menyerap getaran dan mengurangi efek kejut yang selama ini mempercepat kerusakan perlintasan konvensional.

Dalam pengembangannya, RCP tidak hanya mengandalkan karet alam, tetapi juga dipadukan dengan material tambahan seperti limbah industri nikel dan mineral lainnya.

Pendekatan ini menghasilkan material komposit yang tidak hanya kuat, tetapi juga tahan terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.

Permukaan panel dirancang presisi dan bersifat anti-slip, sehingga membantu kendaraan tetap stabil, terutama dalam kondisi basah. Kemampuan meredam getaran juga memberi dampak lain yang jarang disadari: mengurangi kebisingan di sekitar perlintasan.

Pengujian dilakukan secara komprehensif, mulai dari uji beban statis dan dinamis, hingga ketahanan terhadap lingkungan seperti sinar ultraviolet dan air.

Semua itu memastikan bahwa teknologi ini tidak berhenti sebagai konsep, tetapi siap diterapkan di lapangan. Perjalanan penelitian dari laboratorium ke lapangan bukan tanpa tantangan. Sebagian panel RCP sebenarnya telah mulai dipasang di beberapa titik perlintasan di Indonesia.

Meski demikian, untuk menjadi standar nasional, dibutuhkan keterlibatan industri dalam produksi massal serta dukungan kebijakan dari pemerintah.

Di sisi lain, inovasi ini juga membuka dimensi yang lebih luas. Dengan memanfaatkan karet alam sebagai bahan utama, teknologi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas domestik sekaligus memperkuat rantai industri dalam negeri.

Insiden di Bekasi Timur tidak hanya menjadi catatan peristiwa, tetapi juga pengingat bahwa keselamatan transportasi adalah hasil dari banyak hal yang bekerja bersama—manusia, teknologi, dan kebijakan.

Di tengah upaya itu, inovasi seperti Rubber Crossing Plate menawarkan satu langkah konkret. Mungkin tidak langsung mengubah seluruh perlintasan di Indonesia, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana—permukaan yang lebih aman untuk dilalui setiap hari. (har)

Tags: BRINKaretPerlintasan Kereta

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Petani Minta Program Kakao BPDP Perlu Tindak Lanjut

Petani Minta Program Kakao BPDP Perlu Tindak Lanjut

31 Oktober 2025
Petani Teh Enggan Manfaatkan KUR, Begini Sebabnya

BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida pada Teh Berbasis Nanopartikel Perak

14 Agustus 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.