a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko

Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko

20 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepasan ekspor komoditas kopi sebanyak 34 ton menuju Tiongkok dan Maroko.

Pelepasan ekpsor dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, ini dengan mengoptimalkan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing komoditas nasional, memperluas akses pasar global, serta mendukung peningkatan ekspor Indonesia.

“Pelepasan ekspor ini membuktikan, implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” tegas Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya dikutip Minggu (19/7/2026).

Dua kontainer kopi diekspor dengan total volume 38,4 ton senilai USD227.443,2. Ekspor tersebut terdiri atas satu kontainer kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai USD 71.040 dengan tujuan Maroko dan satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD 156.403,2 dengan tujuan Tiongkok.

Setelah pelepasan ekspor tersebut, direncanakan akan dilanjutkan pengiriman delapan kontainer kopi Arabica Semi Wash dengan total volume 153,6 ton senilai USD1.251.225,60 menuju Tiongkok. Seluruh komoditas kopi tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

“Keberhasilan implementasi SRG untuk ekspor ini merupakan hasil dari sinergi baik antara pemerintah pusat dan daerah bersama pelaku usaha. Optimalnya peran semua pihak sangat berpengaruh pada keberhasilan ini,” jelas Tirta.

lebih lanjut Tirta mengatakan, ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 9 Tahun 2006 jo UU No. 9 Tahun 2011.

“Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas,” ujar Tirta.

Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Saf mengatakan, ekspor kopi ke Tiongkok diawali dengan satu kontainer dan akan dilanjutkan dengan sembilan kontainer berikutnya Adapun ementara ekspor ke Maroko berpotensi mencapai delapan hingga sembilan kontainer setiap bulan.

“Melalui pemanfaatan SRG, petani dapat menyimpan komoditas, menjual pada saat harga terbaik, serta andil dalam menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan ekspor,” ujar Miftahudin.

Menurut Miftahudin, sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor komoditas Koperasi Gunung Luhur Berkah terus mengalami peningkatan.

Lembaga pembiayaan seperti Bank BJB maupun PT ASLI Pangan Indonesia yang menghimpun investor untuk ikut masuk dalam ekosistem SRG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung juga memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan ekosistem SRG ini dengan baik.

Pelepasan ekspor komoditas kopi ini juga memiliki makna yang sangat penting. Pertama, kopi yang disimpan melalui mekanisme SRG memiliki mutu yang terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional.

Kedua, SRG bukan sekadar instrumen pembiayaan di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi mata rantai yang menghubungkan petani dan pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar global.

Selanjutnya, ekspansi pasar ke Tiongkok dan Maroko juga menjadi bukti bahwa komoditas kopi Indonesia terus mendapat kepercayaan dari mitra dagang internasional.

Hal ini sekaligus membuka peluang diversifikasi pasar ekspor kopi Indonesia yang selama ini masih terkonsentrasi pada negara-negara tujuan tertentu.

Pihak yang terlibat dari mencakup petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo selaku pengelola gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia selaku pemilik gudang yang juga menginisiasi SRG Berbasis Rel, dan PT Kliring Berjangka Indonesia selaku pusat registrasi SRG. (fad)

Tags: Bappebtikemendagkopi

Related Posts

Harga Refensi Biji Kakao

Harga Referensi Biji Kakao Oktober 2026 Naik Tujuh Persen

3 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetapkan harga referensi (HR) biji kakao periode Oktober 2026 USD 6.057,87 per...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Lagi

2 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode Okteber 2026 mengalami kenaikan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan di Timur Indonesia

Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan di Timur Indonesia

7 Agustus 2025
Mentan Sebut Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton

Mentan Sebut Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton

23 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.