a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
3 November 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Koperasi Merah Putih Jadi Pilot Proyek Pengepul Minyak Jelantah

Koperasi Merah Putih Jadi Pilot Proyek Pengepul Minyak Jelantah

30 Oktober 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jadi Pilot Project Pengepulan Minyak Jelantah yang diluncurkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama PT Pertamina (Persero) melalui empat di Banyumas, Jawa Tengah.

Pilot project Kamis (29/10) ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong usaha produktif bagi KDKMP sekaligus sebagai upaya menjaga pencemaran lingkungan akibat minyak jelantah (used cooking oil).

“Ini bisa menjadi model yang bisa digunakan di seluruh KDKMP di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalama keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut Ferry menuturkan, kerja sama ini tidak hanya untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat dan koperasi melalui penerapan ekonomi hijau, tetapi juga sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan.

“Minyak jelantah yang dikumpulkan selanjutkan dijual ke PT Pertamina Patra Niaga, untuk selanjutnya diproses di kilang untuk dijadikan sebagai bahan bakar avtur yang akan dijual kepada avias,” jelas Menkop.

Nantinya piloting project ini akan dijadikan rujukan nasional agar semakin banyak KDKMP di seluruh Indonesia yang juga menjadikan pengumpulan minyak jelantah sebagai usaha baru.

“Bahkan tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengekspor avtur ini yang berbahan baku dari minyak jelantah,” kata Menkop Ferry.

Menkop menjelaskan bahwa skema bisnis ini dirancang saling menguntungkan dan memberikan margin keuntungan yang jelas bagi Anggota KDKMP.

Selain aspek bisnis, kata Ferry, langkah ini didasari urgensi penyelamatan lingkungan hidup, mengingat satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan memiliki potensi pencemaran yang setara dengan satu juta liter air bersih.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana mengajak masyarakat agar punya kesadaran terhadap lingkungan hidup,” ujar Menkop.

Menurut Menkop, minyak jelantah yang selama ini tidak pernah terpakai dan mereka buang. “Sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP dan selanjutnya dimanfaatkan dan diprodes oleh PT Pertamina Patraniaga,” katanya.

Agar pilot project ini dapat berjalan optimal, Menkop menyatakan perlunya ekosistem pengumpulan minyak jelantah yang melibatkan rumah tangga, warung  makan, restoran, industri kecil, dan Satuan  Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menambahkan bahwa kehadiran KDKMP sebagai pengepul resmi minyak jelantah akan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah domestik.

Melalui kampanye bertajuk “Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau”, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendistribusikan kesejahteraan secara merata hingga ke pelosok pedesaan.

“Kami tentu akan mendukung terus kerjasama ini karena ini sangat penting bagi kegiatan KDKMP dan juga membangun kesadaran terhadap lingkungan,” papar Menkop.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyambut baik kolaborasi strategis bersama Kemenkop. Kerja sama ini dinilai sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Simon menjelaskan, Pertamina telah berpengalaman dalam mengolah minyak jelantah (used cooking oil) menjadi bahan bakar avtur nabati (sustainable aviation fuel /SAF) yang telah melalui serangkaian uji terbang ketat sejak beberapa tahun lalu.

Hasil olahan dari minyak jelantah telah sukses digunakan sebagai bahan bakar pesawat dan telah dilakukan serangkaian uji coba terbang beberapa maskapai.

“Contoh yang sudah kami lakukan adalah di Pertamina kami sudah melakukan uji terbang beberapa tahun yang lalu dengan pesawat CN235,” tutur Simon.

“Setelah itu dengan maskapai Garuda Indonesia, dan pada tahun 2025 kami sudah melakukan uji terbang dengan avtur yang telah kami campur untuk maskapai Pelita Air dari Jakarta menuju Denpasar dan Denpasar kembali ke Jakarta,” ujar Simon Aloysius.

Melalui sinergi bersama KDKMP di Banyumas dan penyaluran bahan baku ke kilang Pertamina Cilacap, diharapkan pasokan bahan baku hijau untuk produksi avtur nasional semakin terjamin dan bernilai tambah tinggi.

“Kami akan terus mencari formula terbaik dan akan terus bekerja sama dengan KDKMP untuk sama-sama mengumpulkan (minyak jelantah) kemudian akan kita manfaatkan minyak jelantah ini menjadi produk yang lebih bernilai di kilang Pertamina,” kata Simon.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersyukur bahwa Kabupaten Banyumas dipercaya sebagai tempat uji coba/ piloting project pengumpulan minyak jelantah melalui empat KDKMP.

Sadewo berharap melalui empat koperasi tersebut dapat menjadi contoh baik bagi wilayah lainnya dalam menjalankan proyek ini mengingat Banyumas merupakan wilayah dengan wisata kuliner yang banyak sehingga potensi minyak jelantah yang dihasilkan juga sangat besar.

“Kami dari pemerintah Kabupaten Banyumas siap mendukung dan menyukseskan program ini,” kata Sadewo. (far)

Tags: KDMPKemenkopKoperasi merah putihminyak jelantah

Related Posts

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

3 November 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua korporasi perkebunan sawit sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO November 2026 Anjlok

2 November 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode November 2026 anjlok USD...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Presiden Tunjuk Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Bapanas

Mentan Soroti Pentingnya Hilirisasi Kelapa di Riau

23 Juli 2025
Menko Pangan Perkuat Rencana Kembangkan Kawasan Pembibitan Perkebunan

Menko Pangan Perkuat Rencana Kembangkan Kawasan Pembibitan Perkebunan

10 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.