a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
3 November 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Perkuat Peningkatan Produktivitas Tebu Bersinergi PT SGN

Kementan Perkuat Peningkatan Produktivitas Tebu Bersinergi PT SGN

26 Oktober 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya peningkatan produktivitas tebu nasional melalui sinergi bersama PT Sinergi GUla Nusantara (SGN).

Upaya memperkuat tersebut melalui percepatan peremajaan tanaman (bongkar ratoon), penggunaan benih unggul, dan dukungan pengairan dengan pekebun tebu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Upaya tersebut ditandai dengan penanaman tebu dalam program bongkar ratoon pada Kamis (22/10/2026). PT SGN juga menyalurkan dukungan 1.000 unit pompa air untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan tebu di wilayah operasional perusahaan.

Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor hulu industri gula. Peremajaan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, sedangkan dukungan pengairan membantu menjaga pertumbuhan tanaman dan ketersediaan bahan baku bagi pabrik gula.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan produksi dalam negeri menjadi salah satu kunci mewujudkan kemandirian pangan, termasuk komoditas gula.

Karena itu, lanjut Amran, peningkatan produktivitas harus didukung melalui perbaikan budidaya, penyediaan benih berkualitas, serta sinergi pemerintah, perusahaan, dan pekebun. Peningkatan produksi harus dimulai dari penguatan sektor hulu.

“Kita perlu memastikan tanaman produktif, benih berkualitas tersedia, dan dukungan budidaya berjalan dengan baik. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pekebun menjadi kunci untuk memperkuat produksi gula dalam negeri,” ujar Mentan Amran..

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto, mengatakan, bongkar ratoon merupakan salah satu langkah penting untuk memperbaiki kondisi tanaman tebu yang sudah menurun produktivitasnya.

Menurut Heru, upaya tersebut perlu diiringi penggunaan benih unggul, penerapan praktik budidaya yang baik, serta pengelolaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

“Peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari perbaikan di tingkat budidaya. Peremajaan tanaman, penggunaan benih berkualitas, dan dukungan pengairan harus berjalan beriringan agar potensi hasil dapat dicapai secara optimal,” ujar Heru.

Heru mengatakan, pihaknya terus mendorong penguatan produksi tebu melalui perbaikan produktivitas tanaman dan pengembangan kawasan perkebunan. Sinergi dengan perusahaan dan pekebun juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku bagi industri gula.

Direktur Utama PT SGN Mahmudi menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas industri gula tidak hanya bergantung pada kinerja pabrik, tetapi juga pada kualitas tanaman dan pengelolaan kebun.

“Bongkar ratoon menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu secara berkelanjutan,” kata Mahmudi.

“Melalui program 1.000 pompa air dan penguatan kemitraan dengan pekebun, kami berupaya mendukung budidaya yang lebih baik sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula,” tambah Mahmudi.

Melalui sinergi tersebut, Kementan bersama para pemangku kepentingan mendorong penguatan produksi tebu dari hulu. Perbaikan produktivitas tanaman dan dukungan sarana budidaya diharapkan dapat memperkuat industri gula nasional serta mendukung pencapaian swasembada gula. (har)

Tags: Tebu

Related Posts

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

3 November 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua korporasi perkebunan sawit sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO November 2026 Anjlok

2 November 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode November 2026 anjlok USD...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Cabut Izin 190 Pengecer dan Distributor Pupuk

Kementan Beri Bantuan Pengembangan Kelapa dan Kakao ke Sabang

28 November 2025
Data Komoditas Kakao Masih Terbatas untuk Diandalkan

Data Komoditas Kakao Masih Terbatas untuk Diandalkan

16 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.