PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya peningkatan produktivitas tebu nasional melalui sinergi bersama PT Sinergi GUla Nusantara (SGN).
Upaya memperkuat tersebut melalui percepatan peremajaan tanaman (bongkar ratoon), penggunaan benih unggul, dan dukungan pengairan dengan pekebun tebu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Upaya tersebut ditandai dengan penanaman tebu dalam program bongkar ratoon pada Kamis (22/10/2026). PT SGN juga menyalurkan dukungan 1.000 unit pompa air untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan tebu di wilayah operasional perusahaan.
Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor hulu industri gula. Peremajaan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, sedangkan dukungan pengairan membantu menjaga pertumbuhan tanaman dan ketersediaan bahan baku bagi pabrik gula.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan produksi dalam negeri menjadi salah satu kunci mewujudkan kemandirian pangan, termasuk komoditas gula.
Karena itu, lanjut Amran, peningkatan produktivitas harus didukung melalui perbaikan budidaya, penyediaan benih berkualitas, serta sinergi pemerintah, perusahaan, dan pekebun. Peningkatan produksi harus dimulai dari penguatan sektor hulu.
“Kita perlu memastikan tanaman produktif, benih berkualitas tersedia, dan dukungan budidaya berjalan dengan baik. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pekebun menjadi kunci untuk memperkuat produksi gula dalam negeri,” ujar Mentan Amran..
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto, mengatakan, bongkar ratoon merupakan salah satu langkah penting untuk memperbaiki kondisi tanaman tebu yang sudah menurun produktivitasnya.
Menurut Heru, upaya tersebut perlu diiringi penggunaan benih unggul, penerapan praktik budidaya yang baik, serta pengelolaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari perbaikan di tingkat budidaya. Peremajaan tanaman, penggunaan benih berkualitas, dan dukungan pengairan harus berjalan beriringan agar potensi hasil dapat dicapai secara optimal,” ujar Heru.
Heru mengatakan, pihaknya terus mendorong penguatan produksi tebu melalui perbaikan produktivitas tanaman dan pengembangan kawasan perkebunan. Sinergi dengan perusahaan dan pekebun juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku bagi industri gula.
Direktur Utama PT SGN Mahmudi menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas industri gula tidak hanya bergantung pada kinerja pabrik, tetapi juga pada kualitas tanaman dan pengelolaan kebun.
“Bongkar ratoon menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu secara berkelanjutan,” kata Mahmudi.
“Melalui program 1.000 pompa air dan penguatan kemitraan dengan pekebun, kami berupaya mendukung budidaya yang lebih baik sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula,” tambah Mahmudi.
Melalui sinergi tersebut, Kementan bersama para pemangku kepentingan mendorong penguatan produksi tebu dari hulu. Perbaikan produktivitas tanaman dan dukungan sarana budidaya diharapkan dapat memperkuat industri gula nasional serta mendukung pencapaian swasembada gula. (har)




