a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Hilirisasi Kakao Dinilai Mampu Dongkrak Produksi

Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah

Hilirisasi Kakao Dinilai Mampu Dongkrak Produksi

20 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Program hilirisasi perkebunan melalui perbenihan dinilai mampu mendongkrak produksi kakao nasional hingga 10 persen. Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri.

“Program hilirisasi kakao melalui perbenihan dari Kementerian Pertanian (Kementan) bisa meningkatkan produksi biji kakao sekitar 10 persen,” ujar Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) Soetanto Abdoellah ketika dihubungi perkebunanindonesia.com, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Soetanto, melalui program hilirisasi kakao data produksi menunjukkan adanya kenaikan produksi sekitar 20 ribu ton selama dua tahun terakhir

“Saat ini  sedang dilakukan perbaikan kebun agar produksi meningkat. Di tingkat petani sudah mulai kelihatan perbaikan performance kebunnya,” ungkap Soetanto.

Lebih lanjut Soetanto menyebutkan, program hilirisasi kakao Kementan mencakup luas sekitar 300 ribu hektare sampai tahun 2029 di semua sentra utama kakao.

“Dari program tersebut mayoritas melalui kegiatan peremajaan, dan sebagian kecil perluasan atau konversi kembali ke kakao yang sebelumnya sempat dari kakao diubah ke komoditas lain,” jelas Soetanto.

Soetanto mengatakan, dampak kenaikan produksi dari program hilirisasi kakao dari Kementan belum dapat dihitung nilai rupiahnya.

“Karena hilirisasi yang dilakukan oleh Kementan adalah memperkuat penyediaan bahan baku guna diolah oleh industri,” kata Soetanto.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian kebutuhan biji kakao untuk industri terpasang masih kekurangan sebesar 200 ribu ton dari produksi yang ada.

Soetanto menyebutkan, kebutuhan biji kakao untuk industri sekitar 400 ribu ton, sehingga kekurangannya masih harus diimpor.

“Selama ini impor biji kakao rata-rata sebesar 200 ribu ton. Pernah sampai 250 ribu ton, tetapi tahun 2025 kurang dari 200 ribu ton,” ungkap Soetanto.

Saat ini luas areal kakao total 1,3 juta hektare dengan tanaman menghasilkan (TM) 800 ribu hektare. Sementara harga kakao global sekitar USD 4200 per ton. Supply dan demand masih normal.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya terus mempercepat program hilirisasi perkebunan rakyat yang mencakup areal seluas 870 ribu hektare di berbagai daerah.

“Perkebunan kita hilirisasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, mente, kelapa dan tebu,” kata Amran usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Percepatan hilirisasi dilakukan seiring dengan program penanaman berbagai komoditas perkebunan yang telah dimulai pada 2025 dan akan dilanjutkan hingga 2027. (yer)

Tags: Dewan kakao indonesiaHilirisasi kakaoKementanProduksi kakao

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga Referensi CPO

Harga Referensi CPO Periode Juli 2026 Turun 2,78 Persen

1 Juli 2026
BPS Catat Ekspor kopi Indonesia 2024 Naik 76,33 Persen

Hilirisasi Komoditas Strategis Perkebunan Terus Dipercepat

11 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.