Perkebunanindonesia.com – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (Grup SIMP) mencatat kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebesar 2 persen menjadi 1,22 juta ton pada semester pertama 2025 dibanding tahun lalu periode yang sama.
“Pada semester pertama tahun 2025, Grup SIMP mencatat kinerja yang positif meskipun menghadapi tantangan agribisnis yang berlanjut terutama volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca, dan ketidakpastian global,” ungkap Direktur Utama Grup SIMP Paulus Moleonoto.
Seiring dengan kenaikan TBS inti dan TBS dari eksternal, Salim Invomas mencatat total produksi CPO naik 7 persen year on year (yoy) menjadi 326 ribu ton.
Grup SIMP juga mencatat penjualan sebesar Rp9,39 triliun di 1H2025 atau naik 33 persen dibandingkan semester 2024.
“Kenaikan penjualan ini terutama karena kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan produk minyak dan lemak nabati serta kenaikan volume penjualan produk sawit,” ujar Paulus dikutip Senin (11/8/2025).
Dari sisi kinerja keuangan, Salim Invomas group menyebutkan, labu bruto meningkat 42 persen yoy menjadi Rp2,27 triliun, dan laba usaha naik 24 persen yoy menjadi Rp1,51 triliun.
Sementara untuk laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 43 persen yoy menjadi Rp755 miliar. Core profit tumbuh 91 persen yoy menjadi Rp1,19 triliun.
Paulus mengatakan, grup SIMP tetap berkomitmen terhadap pengendalian biaya, efisiensi operasional dan prioritisasi investasi modal, dengan berfokus pada peningkatan produktivitas serta menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan.
Pada tanggal 31 Desember 2024, Divisi Perkebunan memiliki total lahan tertanam inti seluas 288.649 hektare (ha). Dari jumlah itu, 84 persen atau 241.208 ha ditanami kelapa sawit, 6 persen atau 16.231 ha ditanami karet, 5 persen atau 13.583 ha.
Sedangkan sisa lahan yang ada dimanfaatkan untuk tanaman lainnya terutama hutan tanaman industri, kakao dan teh. Kemitraan plasma kelapa sawit dan karet seluas 91.523 ha.
Divisi Perkebunan memiliki dua pusat penelitian dan pengembangan (Litbang), Sumatra Bioscience (SumBio) di Bah Lias, Sumatera Utara dan PT Sarana Inti Pratama (SAIN) di Pekanbaru, Riau.
Kedua pusat Litbang tersebut melakukan program-program Litbang secara ekstensif dalam rangka meningkatkan kinerja di berbagai bidang, termasuk hasil panen, ketahanan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, serta praktik manajemen perkebunan. Divisi Perkebunan juga memiliki fasilitas Litbang untuk komoditas tebu di Sumatera Selatan.
Divisi Perkebunan mengoperasikan 27 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas pengolahan TBS sebesar 7,2 juta ton per tahun pada tanggal 31 Desember 2024.
Divisi Perkebunan juga mengoperasikan 3 lini produksi karet remah, 2 lini produksi karet lembaran, 2 pabrik pengolahan dan penyulingan gula, 1 pabrik kakao dan 1 pabrik teh. (fad)





https://shorturl.fm/anRZF