Perkebunanindonesia.com – Kolabirasi strategis untuk memperkuat swasembada pangan nasional terus diperkuat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerima audiensi dari Dewan Pertahanan Nasional(DPN) guna menjajaki kolaborasi strategis.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy, mengapresiasi inisiatif kerja sama tersebut dan menekankan bahwa ketahanan pangan yang kuat hanya dapat dicapai bila ketersediaannya terjaga secara berkelanjutan dan mencukupi kebutuhan nasional.
“Kalau kita bicara swasembada, inti utamanya ada di ketersediaan. Kalau stoknya lebih dari cukup, maka ketahanan pangan otomatis aman,” jelas Sarwo, Senin (23/6/2025).
Sarwo juga menekankan pentingnya upaya diversifikasi pangan sebagai strategi jangka panjang dalam mendukung swasembada.
“Badan Pangan memiliki tugas menjamin stabilisasi pasokan dan harga, tapi kami juga mendorong diversifikasi pangan,” ujar Sarwo.
Bapanas, lanjut Sarwo, sudah menyusun Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Komoditas Lokal.
Perpres tersebut mendorong optimalisasi pangan lokal sumber karbohidrat sebagai alternatif pengganti beras.
Langkah ini bertujuan untuk memperluas sumber konsumsi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami mendorong pemda—provinsi, kabupaten, kota—untuk membina industri pangan lokal, agar sumber karbohidrat alternatif bisa berkembang dan mendukung swasembada nasional,” tambah Sarwo.
Delegasi DPN dipimpin oleh Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto dan Deputi Geoekonomi Dr. Yayat Ruyat, beserta rombongan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa pangan merupakan elemen krusial dalam membangun sistem pertahanan negara yang kokoh dan berkelanjutan.
Stabilitas pasokan dan harga pangan dinilai sebagai komponen strategis yang tak terpisahkan dari stabilitas nasional secara keseluruhan.
Kolaborasi antara Bapanas dan Dewan Pertahanan Nasional ini diharapkan menjadi titik awal pembentukan ekosistem pangan nasional yang tangguh, adaptif, dan berdaulat—baik dalam aspek produksi, distribusi, maupun konsumsi. (sat)




