a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementrans Kembangkan Koridor Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi

Kementrans Kembangkan Koridor Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi

26 Juni 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana mengembangkan kawasan-kawasan transmigrasi dengan pola koridor ekonomi terintegrasi di Sulawesi Tengah.

Pola koridor itu menghubungkan beberapa kawasan komoditas unggul dan prioritas untuk menciptakan sentra pertumbuhan baru yang saling terhubung.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Kementras, Velix Wanggai menyebutkan, ada tiga kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah yang masuk prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029.

Ketiganya kawasan itu masing-masing Palolo (Kabupaten Sigi), Tampolore (Kabupaten Poso), dan Bahari Tomini Raya (Kabupaten Parigi Moutong).

“Ketiga kawasan transmigrasi prioritas ini akan kita kembangkan dengan konsep koridor ekonomi transmigrasi yang terintegrasi,” ungkap Velix seperti dikutip Rabu (25/06/2025).

Kota Palu akan berperan sebagai hub pemasaran regional dan pusat logistik, yang terhubung dengan kawasan transmigrasi Palolo di Sigi, Tampolore di Poso, hingga Tomini Raya Bahari di Parigi Moutong melalui jaringan konektivitas jalan darat.

Menurut Velix, melalui model Koridor Ekonomi Transmigrasi Palu–Sigi–Poso–Parigi Moutong tersebut, setiap kawasan transmigrasi dapat bersinergi dan saling mendukung.

Velix berharap integrasi ini memperkuat skala ekonomi kawasan dengan aliran komoditas, informasi, dan tenaga kerja yang lebih efektif.

Setiap kawasan memiliki komoditas unggulan berorientasi ekspor, antara lain durian, kakao (cokelat), kopi, serta ubi kayu varietas lokal.

“Komoditas unggulan seperti durian dan coklat dari Palolo, maupun kopi dan ubi kayu ‘Palolo’ yang terkenal, punya potensi ekspor tinggi,” jelas Velix.

Menurut Velix, jika terhubung dalam koridor ekonomi, nilai tambahnya akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat.

Pendekatan koridor ekonomi transmigrasi ini merupakan strategi baru Kementerian Transmigrasi untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas sektor – melibatkan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dunia usaha, serta komunitas lokal – pemerintah akan memastikan tersedianya infrastruktur jalan yang memadai, kemudahan akses transportasi, dan sistem logistik yang efisien.

Diharapkan konsep koridor ini dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah transmigrasi, mendorong investasi, lapangan kerja, dan akhirnya mewujudkan pemerataan pembangunan.

Menteri Iftitah menegaskan melalui langkah nyata dan perumusan kebijakan koridor ekonomi di Palolo, Kementrans berkomitmen untuk membangun kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Iftitah berharap kawasan tersebut menjadi percontohan nasional dalam transformasi transmigrasi modern: kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, produktif, dan terhubung dengan pusat pertumbuhan sekitarnya.

Upaya ini sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Sentris – pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh penjuru negeri. (far)

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Belanda akan Berinvestasi Sektor Hortikultura di Indonesia

Belanda akan Berinvestasi Sektor Hortikultura di Indonesia

14 Mei 2025
Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

28 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.