a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Bapanas Terus Pantau Harga Beras di Pasaran

Bapanas Terus Pantau Harga Beras di Pasaran

Gerai Sembako Koperasi Merah Putih Perpendek Rantai Pasok

2 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Dibentuknya Gerai Sembako yang melengkapi Koperasi Merah Putih diharapkan memperpendek rantai pasok pangan utama.

Masyarakat pun dapat memperoleh pangan pokok kebutuhan sehari-hari dengan lebih ekonomis tanpa ada depresiasi kualitas.

“Ini unntuk mempertegas bahwa permasalahan rantai pasok itu kalau di sembako, itu terlalu panjang, sehingga ini harus dipotong, harus ringkas,” terang Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi selepas di Jakarta seperti dikutip Rabu (2/7/2025).

Lebih lanjut Arief mengatakan, pihaknya mengusulkan nanti ada kurasi produk terlebih dahulu oleh Gapoktan supaya produknya sesuai dengan spesifikasi kebutuhan Koperasi Merah Putih.

“Dari 6 tahapan bisa disederhanakan jadi 2 tahapan sampai masyarakat. Dengan itu, koperasi pun bisa membuahkan profit,” ujar Arief.

Sebagai contoh, dalam rantai pasok perberasan, menyadur kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Distribusi Perdagangan Komoditas Beras Tahun 2024, diperoleh pola perdagangan yang memperlihatkan saluran beras dari produsen sampai konsumen masih perlu melalui beberapa pihak.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat mengintervensi pola perdagangan ini.

Dari pola yang terbentuk, produksi beras dari produsen kebanyakan didistribusikan ke pedagang grosir hingga mencapai 62,71 persen.

Lalu 14,06 persen didistribusikan ke pedagang eceran dan hanya 10,85 persen didistribusikan langsung ke konsumen rumah tangga tanpa melalui pedagang perantara.

Arief menambshkan, khusus Gerai Sembako, pasokannya disiapkan dari petani, peternak, Gapoktan, dan j BUMN, BUMD, swasta sampai kalangan asosiasi.

“Badan Pangan Nasional kemarin sudah mengumpulkan semua pemasok yang siap mendukung gagasan besar Bapak Presiden Prabowo ini,” kata Arief lagi.

Adapun pelaku usaha pangan yang menyatakan komitmen mendukung antara lain Perum Bulog, ID FOOD, PT Berdikari, PT Sinergi Gula Nusantara, PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, PT Charoen Pokphand Indonesia, dan PT Japfa Comfeed Indonesia.

Sementara dari kalangan asosiasi antara lain PERPADI, PUSBARINDO, PINSAR, ADDI, dan GIMNI.

“Demi menjadikan Koperasi Merah Putih kompetitif, harga beli di pemasok dan harga jual ke konsumen harus dijaga sangat baik,” jelax Arief.

Arief menekankan, harganya tidak boleh di atas harga mini market modern, justru harus di bawahnya.

“Aspek digitalisasi juga harus dipastikan ada untuk inventory supaya bisa tahu penjualan sehari berapa, stock level berapa. Ini kita minta tolong Telkom untuk itu,” urai Arief.

Terkait komoditas pangan yang akan disediakan dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, terdapat 3 komoditas pangan yang paling dicari-cari masyarakat. Koperasi Merah Putih akan dipastikan menyediakan hal tersebut.

Mengenai produk, kata Arief, minimal beras, minyak goreng, gula, tepung terigu. “ini semua harus ada,” tandasnya.

Demikian jiga beras SPHP juga nanti disalurkan melalui Koperasi Merah Putih. “Jadi kalau masyarakat cari beras murah, itu ada di Koperasi Merah Putih. Minyakita juga kita upayakan ada,” pungkas Kepala NFA Arief Prasetyo Adi. (sat)

Tags: BerasKepala BapanasKoperasi merah putihPangan

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mendag Sebut Kewajiban DMO Efektif Jaga Harga Minyak Goreng

Mendag Sebut Kewajiban DMO Efektif Jaga Harga Minyak Goreng

17 April 2026
Eksportir Sawit Diwajibkan Tempatkan Dana Hasil Ekspor ke SKI

Eksportir Sawit Diwajibkan Tempatkan Dana Hasil Ekspor ke SKI

21 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.