a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit Mamuju

Pelatihan Kompetensi petani sawit di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit Mamuju

18 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah secara konsisten mendukung kemajuan petani sawit dengan meluncurkan program-program strategis demi meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan mereka dengan menggelar pelatihan di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian, bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Keuangan, dengan menggandeng PT Citra Widya Education (PT CWE) sebagai mitra pelaksana, serta bekerja sama dengan PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL).

Direktur Utama PT CWE, Ir. Stefanus Nugroho Kristono, MT, mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan kemampuan manajerial  petani dalam teknis budidaya serta pengelolaan panen dan pascapanen kelapa sawit, agar petani semakin kompeten dan mampu menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

“Program ini diselenggarakan karena masih banyaknya persoalan dan kendala teknis terkait budidaya, panen, dan pascapanen di lapangan. Kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas serta menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih berkualitas, sehingga turut meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Nugroho dalam sambutannya secara virtual terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari (6–12 September 2026) ini diikuti 133 petani kelapa sawit dari Kabupaten Mamuju, yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit sebanyak 98 orang yang terbagi dalam tiga kelas, serta Pelatihan Teknis Panen dan Pasca Panen sebanyak 35 orang dalam satu kelas.

Materi pelatihan disampaikan melalui pemaparan dan diskusi kelas oleh para narasumber, dengan pendampingan peserta PT Manakarra Unggul Lestari.

Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta profesionalisme petani rakyat dalam mengelola kebun sawit secara berkelanjutan, guna menekan angka kehilangan hasil (losses) saat panen dan menjaga kualitas tandan buah segar hingga ke pabrik.

Perlu diketahui, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama penopang perekonomian Sulawesi Barat. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,36 persen, dengan sektor pertanian menyumbang lebih dari 47 persen dari total perekonomian, di mana sektor perkebunan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap sektor pertanian tersebut.

Luas lahan sawit di Sulawesi Barat diperkirakan mencapai 146.000 hektare dengan produksi sekitar 241.000 ton per tahun, sementara tingkat kemiskinan provinsi ini masih berada di angka 10,18 persen, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia petani menjadi salah satu tantangan utama yang perlu terus didorong.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Ir. Juanda Maulana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini.

“Semakin kita memiliki keterampilan teknis dan pengetahuan yang cukup, maka akan berdampak pada produksi kita, termasuk kualitas komoditas yang kita pasarkan, sehingga nilai pasarnya bisa lebih tinggi,” ujar Juanda.

Sekda Juanda berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, mempraktikkan ilmu yang didapat sepulang dari pelatihan, serta mendapatkan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan dari para pelatih.

Hal senada juga diungkapkan Andi Iwan Sumantri, mewakili Bupati Mamuju. Menurutnya, kelapa sawit merupakan salah satu sektor perkebunan utama dan penopang perekonomian di Kabupaten Mamuju, yang keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama para petani selaku ujung tombak di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Mamuju memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Citra Widya Education selaku penyelenggara yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan serta didukung oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi,” ujar Andi.

Lebih lanjut Andi berharap seluruh peserta pelatihan untuk memanfaatkan waktu satu minggu ini dengan sebaik-baiknya, menyerap seluruh ilmu teori dan praktik yang diberikan, serta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para narasumber.

Seluruh pihak penyelenggara berharap sinergi program ini dapat terus berlanjut demi kemajuan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta membangun masa depan sawit Indonesia yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing. (*)

Tags: BpdpDitjen Perkebunanpelatihan petani sawitPT CWE

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

13 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah terus mendorong petani kelapa sawit agar semakin mandiri dalam mengelola kebun sekaligus menekan biaya...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Percepat Irigasi Pertanian 2026 untuk Peningkatan Indeks Pertanaman

Kementan Percepat Irigasi Pertanian 2026 untuk Peningkatan Indeks Pertanaman

2 Oktober 2026
Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

8 Agustus 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.