JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Kelapa sawit menjadi penyumbang utama segmen bisnis PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan kontribusi sebesar 87 persen.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo menjelaskan bahwa tahun 2024 diwarnai dengan tantangan global yang mempengaruhi sektor kelapa sawit dan produk kayu.
Tantangan itu mulai pelemahan pasar ekspor, tuntutan keberlanjutan, dinamika politik domestik, hingga perubahan iklim dan regulasi yang semakin kompleks.
“Walaupun kondisi global dan nasional sepanjang 2024 penuh dinamika, namun Perseroan selalu berusaha menjaga stabilitas usaha dan tetap memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” jelas Andrianto dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).
Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Andrianto, Perseroan berfokus menjalankan strategi usaha dengan pendekatan Eksploitasi dan Eksplorasi.
Eksploitasi berpusat pada penguatan bisnis inti melalui efisiensi dan keunggulan operasional.
Sedangkan Eksplorasi diarahkan pada pengembangan peluang bisnis baru yang sejalan dengan visi keberlanjutan, seperti program peremajaan kebun, pengembangan produk biomassa sampah agriculture, dan lainnya.
Pada tahun 2024, Andrianto menyebutkan Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 10,12 triliun, tumbuh 6,5 persen dibandingkan 2023.
Kenaikan pendapatan tersebut terutama disebabkan kenaikan harga jual rata-rata CPO Perseroan sebesar 12,3 persen.
Meskipun terjadi penurunan produksi CPO sebesar 9 persen YoY menjadi 602 ribu ton, akibat dampak lanjutan El Nino yang berlangsung sejak semester kedua tahun 2023 hingga kuartal pertama tahun 2024. (har)




