a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Perpanjang Kesegaran Buah dengan Teknologi Coating Glossy Berbasis Sawit

Perpanjang Kesegaran Buah dengan Teknologi Coating Glossy Berbasis Sawit

30 April 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Perpanjang umur kesegaran buah menjadi satu keuntungan, terutama pedangang. Salah satunya teknologi Coating Glossy berbasis sawit.

Menurut peneliti Ahli Utama Pusat Riset Agroindustri, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (OR PP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ali Asgar, teknologi coating glossy berbasis sawit ini aman dikonsumsi.

“Sedangkan teknologi nanopartikel silika biogenik dari abu boiler kelapa sawit bisa diaplikasikan sebagai rubber foam dan solid soles, untuk produk sepatu casual ramah lingkungan (biosnakers),” jelaa Ali.

Produk hasil riset ini, kata Ali, juga memenuhi persyaratan eco-friendly fashion footwear.

Menurut Ali, inovasi teknologi pascapanen dapat pula dilakukan pada saat pemrosesan, pengemasan, transportasi dan distribusi serta teknik penyimpanan maupun pengeringan modern.

“Pemrosesan pascapanen berfokus pada teknologi otomatisasi dan peningkatan efisiensi pemrosesan pascapanen. Pemrosesan ini mencakup mesin pemisahan dan sortasi otomatis,” jelas Ali.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, pengemasan produk di Packing House dapat dilakukan dengan teknik pelilinan maupun pengepakan dan pengemasan sesuai dengan produk yang dihasilkan.

Ali menuturkan, pelilinan bertujuan untuk mengurangi kehilangan air, meningkatkan umur simpan, mengurangi perkembangan penyakit.

“Kemudian mengganti bahan lilin alami pada buah selama pencucian, melindungi dari luka, dan memperbaiki penampilan buah,” terang Ali.

Menurut Ali, teknik penyimpanan produk secara modern bertujuan untuk mempertahankan mutu dan kesegaran. Memperpanjang masa simpan, sehingga pasokan dan stabilitas harga dapat dijaga.

Selain itu, kata Ali, ada beberapa teknik penyimpanan modern dengan metode penyimpanan di gudang pendingin es atau mesin pendingin.

“Teknik yang digunakan dengan mengontrol suhu dan kelembaban, mengontrol atmosfer, maupun dengan teknologi pelacakan,” ujar Ali.

Beberapa teknik pengeringan dapat menggunakan instor drying untuk mempertahankan mutu dan mengurangi tingkat kerusakan produk pada pelayuan dan pengeringan bawang merah.

“Sedangkan ruangan smart drying bisa untuk pengeringan bahan baku obat. Selain itu, terdapat metode penggorengan vakum untuk menghasilkan mutu keripik kentang yang bernilai jual tinggi” lanjut.Ali.

Kepala ORPP BRIN Puji Lestari mengatakan, inovasi di sektor agroindustri khususnya bidang teknologi pascapanen diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk pertanian secara nasional.

Di sisi lain juga dapat mendukung ketahanan pangan, serta kesejahteraan petani, maupun para pelaku usaha.

“Teknologi pasca panen memiliki peranan penting untuk menjawab tantangan dalam sektor agroindustri. Mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusinya yang efisien dan berkualitas tinggi,” ujar Puji.

Puji menekankan perlu adanya kerja sama dengan stakeholder untuk memastikan inovasi yang dihasilkan.

Selain itu juga dapat diterapkan secara praktis dan bermanfaat di lapangan.

Kepala Pusat Riset Agroindustri BRIN Taufik Hidayat mengungkapkan, teknologi pascapanen saat ini menjadi salah satu support system bagi ekosistem pembentukan swasembada pangan.

“Dengan teknologi pascapanen semua komoditas itu bisa dipertahankan, diperpanjang umur simpannya, diperkuat kualitasnya. Sehingga ketika dihilirkan menjadi produk yang sangat baik dan juga bernilai tambah,” ungkap Taufik.

Taufik mengatakan, inovasi riset yang dihasilkan oleh periset di BRIN maupun di perguruan tinggi dapat diaplikasikan untuk meningkatkan nilai tambah dan juga daya saing produk agroindustri. (Har)

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Indonesia–Prancis Teken Deklarasi Kerja Sama Pertanian

Indonesia–Prancis Teken Deklarasi Kerja Sama Pertanian

29 Mei 2025
Holding Perkebunan Perkuat Struktur Finansial

Holding Perkebunan Perkuat Struktur Finansial

23 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.