JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Harga kopra hingga minggu ke-4 April 2025 masih tetap tinggi di sentra produksi di Indonesia. Langkanya bahan baku menjadi penyebab harga kelapa menjadi tinggi.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, harga kopra di tingkat produsen berkisar Rp 9.000 – 17.000 per kilogram (kg).
Di Kabupaten Lampung Selatan (Lampung) harga kopra tercatat Rp 10.000/kg, Kota Tasikmalaya (Jawa Barat) Rp 11.000/kg, Kota Banjar (Kalimantan Selatan) Rp 16.000/kg, Kabupaten Kulon Progo (DIY) Rp 15.000/kg, Pacitan (Jawa Timur) Rp 9.000/kg, Kabupaten Ende (NTT) Rp 16.250/kg.
Kabupaten Sambas (Kalimatan Barat) Rp 16.000/kg, Bulukumba (Sulawesi Selatan) Rp 19.000/kg, Kabupaten Gorontalo (Gorontalo) Rp 17.500/kg, dan Mamuju Tengah (Sulawesi Barat) Rp 16.100/kg.
Sedangkan untuk kelapa bulat di beberapa sentra produsen kelapa saat ini tercatat rata-rata Rp 10.000/butir. Meski masih ada yang menjualnya sebesar Rp 5.000/butirnya. Di Pidie (Aceh) kelapa bulat tercatat Rp 8.000/butir. Sementara di Serdang Bedagai (Sumatera Utara) Rp 3.000/butir.
Di Kabupaten Kerinci (Jambi), Lampung Selatan (Lampung), Bangka (Bangka Belitung), Kulon Progo (DIY), Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) harga kelapa per butirnya Rp 10.000. Sementara di Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) Rp 13.000/butir, Panajam Paser Utara (Kaltim) mencapai Rp 20.000/butir. (fah)




