a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Indonesia Buka Ekspor Beras 1.000 Ton ke Malaysia

Indonesia Buka Ekspor Beras 1.000 Ton ke Malaysia

21 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Indonesia kembali membuka keran ekspor beras ke Malaysia, dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dikutip Kamis (21/8/2026).

Menurut Mentan Amran, ekspor tersebut dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman.

Amran menyebutkan, hingga saat ini, stok beras yang berada di Bulog mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah bahkan telah menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan karena produksi nasional berada pada posisi yang kuat.

“Kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” ujar Amran.

Berdasarkan estimasi BPS, kata Amran, produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2025. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah membuka peluang ekspor dengan tetap mengutamakan kebutuhan domestik.

Mentan Amran menegaskan, ekspor dilakukan secara terukur dan bertahap. Untuk tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Selanjutnya, jumlah tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras di Sarawak.

“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujar Mentan Amran.

Kerja sama tersebut juga telah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu.

Mentan Amran mengatakan pihak Malaysia memberikan apresiasi dan membuka peluang peningkatan volume ekspor beras dari Indonesia. “Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” katanya.

Dari sisi nilai ekonomi, harga beras yang disepakati berada di kisaran 3,9 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp17.000 per kilogram. Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Mentan Amran menegaskan, terbukanya pasar ekspor bukan hanya soal perdagangan antarnegara, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasar yang semakin luas dan harga yang kompetitif, petani Indonesia memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar.

Mentan Amran juga memastikan kualitas beras yang diekspor akan tetap dijaga. Beras yang dikirim ke Malaysia merupakan beras premium dengan kualitas yang harus memenuhi standar pasar tujuan.

Sementara itu General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman 1.000 ton pertama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.

Jumaat menyebut kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.

“Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” ujar Jumaat.

Jumaat menilai kerja sama tersebut bukan semata-mata hubungan bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun.

Jumaat menambahkan, pengiriman perdana 1.000 ton tersebut rencananya menggunakan jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis antara Sarawak dan Kalimantan Barat.

“Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama,” ujar Jumaat. (sat)

Tags: BerasMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Metode Sambung Pucuk Dongkrak Produktivitas Pala

Metode Sambung Pucuk Dongkrak Produktivitas Pala

8 Desember 2025
Wamentan

Wamentan Ajak Seluruh Penyuluh Kawal Swasembada Pangan

28 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.