a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Menkop Resmikan Pabrik Sawit Milik Koperasi

Menkop Resmikan Pabrik Sawit Milik Koperasi

13 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Pabrik Kelapa Sawit milik Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera berkapasitas 45 ton di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Diharapkan petani sawit tak hanya menjadi pemasok tandan buah segar (TBS).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi, sekaligus memperkuat posisi tawar pekebun rakyat di rantai industri sawit nasional.

“Alhamdulillah hari ini bisa hadir melihat langsung pabrik kelapa sawit atau CPO yang dimiliki oleh KUD Sejahtera, pabrik kelapa sawit ini akan menjadi contoh yang nanti akan kita replikasi di daerah lain,” kata Menkop Ferry dalam sambutannya, Rabu (12/8/2026).

Ferry berharap ke depan akan semakin banyak koperasi yang mengikuti jejak dari KUD Sejahtera sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dari kelapa sawit. Dengan begitu kesejahteraan anggota koperasi termasuk petani sawit akan turut meningkat.

Menkop menilai selama ini petani sawit/anggota koperasi hanya menjadi pemasok TBS bagi perusahaan besar tanpa terlibat dalam hilirisasi karena belum memiliki pabrik pengolahan.

“Kalau semakin banyak koperasi yang punya pabrik, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa bangun refinery sehingga bisa memproduksi minyak goreng sendiri yang nantinya bisa bisa dijual ke KDKMP,” ujar Menkop.

Menkop menegaskan dengan adanya pabrik hilirisasi kelapa sawit oleh koperasi dipastikan akan memberikan nilai tambah bagi petani sawit secara signifikan. Dengan begitu secara otomatis tingkat kesejahteraannya juga akan turut meningkat.

“Pada waktunya nanti kita juga akan masuk untuk mengolah produk turunannya sekitar ada 20-40 koperasi yang akan mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit,” katanya.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengapresiasi peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut Dudung, peresmian kelapa sawit ini merupakan bukti nyata kebangkitan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.

KSP, lanjut Dudung, berkomitmen untuk terus mengawal seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar dapat berjalan dengan optimal, salah satunya adalah hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi.

Dudung menekankan pentingnya koperasi sebagai lembaga ekonomi yang dapat menjadi instrumen utama dalam mendorong perputaran ekonomi dari desa/daerah.

Oleh karenanya, kata Dudung, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan turut membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai kebutuhan yang lebih murah dan akses langsung ke layanan strategis.

“Selamat kepada KUD Sejahtera, ini harus betul-betul dikelola dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat terutama petani. Harus ada pengaruhnya, nilai kesejahteraan anggota semakin tinggi dan kemajuan koperasi semakin nyata,” tegas Dudung.

Sementara itu Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menyatakan peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin sebagai peristiwa bersejarah bagi gerakan koperasi di daerahnya.

“Hal ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu meningkatkan dirinya sehingga dapat sejajar dengan badan usaha lainnya seperti swasta atau BUMN,” ujar Herman.

Ketua KUD Sejahtera Tamrin menjelaskan kapasitas produksi dari pabrik pengolahan sawit ini sebesar 45 ton per jam dari semula 30 ton.

Pasokan TBS didapatkan dari petani sawit dan juga anggota koperasi. Terkait dengan harga yang diterima petani dari penjualan TBS telah ditetapkan di awal sehingga ada kepastian harga jualnya. (far)

Tags: Kemenkopsawit

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Terus Anjlok

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Terus Anjlok

4 November 2025
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Minyak Atsiri Nasional

Kemenperin Perkuat Hilirisasi Minyak Atsiri Nasional

11 Mei 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.