a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Hadapi Perubahan Iklim, AKPY, BPDP, Ditjenbun Perkuat Kompetensi 298 Pekebun Paser

Hadapi Perubahan Iklim, AKPY, BPDP, Ditjenbun Perkuat Kompetensi 298 Pekebun Paser

9 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Perubahan cuaca menuntut pekebun tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga menerapkan teknik budidaya berbasis ilmu pengetahuan untuk menjaga produktivitas sawit.

Perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata bagi perkebunan kelapa sawit. Curah hujan yang sulit diprediksi, periode kekeringan yang lebih panjang, hingga meningkatnya risiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) membuat pekebun perlu menerapkan teknik budidaya yang lebih adaptif agar produktivitas kebun tetap terjaga.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 298 pekebun Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada 2–7 Agustus 2026 di Balikpapan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) Kelapa Sawit 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan kemampuan pekebun menghadapi perubahan kondisi lingkungan perlu diperkuat dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang didukung ilmu pengetahuan dan hasil penelitian.

“Petani mungkin sudah bertahun-tahun mengelola kebun, tetapi pengalaman itu perlu dikorelasikan dengan data dan hasil penelitian. Dengan begitu petani memahami mengapa harus menggunakan benih unggul, bagaimana pemupukan yang benar, hingga pentingnya menjaga kesehatan tanah,” ujar Idum di Balikpapan, Senin (3/8/2026),

Menurut Idum, materi pelatihan diarahkan untuk memperkuat ketahanan kebun melalui penerapan teknik budidaya yang tepat.

Materi tersebut mencakup penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pemanfaatan pupuk organik, pemeliharaan tanaman, pengendalian OPT, penggunaan pestisida secara bijak, hingga menjaga keberadaan serangga penyerbuk sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem.

Idum menambahkan, konservasi tanah dan air, kesehatan tanah, serta pemupukan yang tepat menjadi fondasi penting agar tanaman tetap mampu berproduksi secara optimal ketika menghadapi perubahan kondisi cuaca.

“Penerapan GAP secara konsisten akan membuat penggunaan pupuk, tenaga kerja, dan sarana produksi menjadi lebih efisien, sehingga produktivitas TBS dapat meningkat tanpa harus membuka lahan baru. Tujuan akhirnya adalah kebun yang lebih produktif, biaya budidaya lebih efisien, dan hasil panen yang semakin baik,” jelas Idum.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menilai peningkatan kapasitas pekebun menjadi langkah penting untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim yang berdampak terhadap produktivitas kebun.

Saat ini, kata Djoko, produktivitas kebun rakyat di Kabupaten Paser masih berada di bawah 20 ton TBS per hektare per tahun.

Menurut Djoko, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang peningkatan produktivitas melalui penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemeliharaan tanaman secara konsisten.

“Target kita minimal produktivitas kebun bisa mencapai 30 ton per hektare per tahun. Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini harus diterapkan ketika kembali ke kebun, mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, penyemprotan hingga perawatan tanaman,” tegasnya.

Djoko menambahkan, keberhasilan budidaya sawit tidak hanya diukur dari tingginya produksi tandan buah segar (TBS), tetapi juga kualitas hasil yang tercermin dari rendemen minyak.

Karena itu, lanjut Djoko, setiap tahapan budidaya perlu dilakukan sesuai standar agar kebun tetap produktif meski menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Tak hanya belajar di ruang kelas, para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik lapangan dan kunjungan ke perkebunan milik PT Astra Agro Lestari, yakni PT Waru Kaltim Plantation (WKP) dan PT Sukses Tani Nusasubur (STN).

Melalui kunjungan tersebut, pekebun melihat secara langsung penerapan GAP, mulai dari pengelolaan tanaman, pemupukan hingga pemeliharaan kebun yang mendukung produktivitas secara berkelanjutan.

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit tahun ini dilaksanakan dalam 10 kelas dan menjadi lanjutan dari lima kelas pelatihan panen dan pascapanen yang telah digelar sebelumnya.

Secara keseluruhan, sebanyak 556 pekebun Kabupaten Paser telah memperoleh penguatan kompetensi melalui program yang didukung BPDP dan Ditjenbun.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, AKPY berharap pekebun Paser semakin siap menghadapi perubahan iklim dengan menerapkan teknik budidaya adaptif, menjaga kesehatan tanah dan ketersediaan air, serta mengelola kebun secara lebih efisien.

Dengan demikian, produktivitas sekaligus keberlanjutan perkebunan sawit rakyat dapat terus terjaga. (*)

Tags: AKPYBpdpDitjen PerkebunanKabupaten Pasersawit

Related Posts

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

13 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah terus mendorong petani kelapa sawit agar semakin mandiri dalam mengelola kebun sekaligus menekan biaya...

Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

Plt Dirjen Perkebunan: Peningkatan Produktivitas Tidak Selalu Buka Lahan Baru

23 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto, menyebut peningkatan produktivitas tidak selalu harus dilakukan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Optimis Target Serapan Beras 2026 Capai 4 Juta Ton

Pemerintah Optimis Target Serapan Beras 2026 Capai 4 Juta Ton

14 Januari 2026
Tingginya Kebutuhan Karbon Aktif dari Cangkang Sawit

Tingginya Kebutuhan Karbon Aktif dari Cangkang Sawit

26 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.