PERKEBUNAN INDONESIA – Ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) dan kakao ke Belarus terbuka peluang setelah pertemuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian dan Pangan Republik Belarus, Yuri Gorglov, beberapa waktu silam.
Belarus membutuhkan kakao sekitar 120 ribu ton per tahun dan juga CPO serta kelapa dan teh dari Indonesia. Belarus merupakan mitra potensial sekaligus pintu masuk bagi produk pertanian Indonesia ke kawasan Eropa Timur.
“Kami ingin memperluas pasar ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Belarus. Hubungan yang semakin erat antara kedua negara harus memberikan manfaat nyata melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar Mentan Amran.
Pemerintah Belarus menyampaikan bahwa negaranya memiliki industri pengolahan cokelat yang memasok kebutuhan pasar domestik, Eropa Timur, hingga Rusia. Karena itu Belarus membutuhkan sekitar 120.000 ton kakao per tahun.
Peningkatan ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia ke Belarus juga terus didorong. Menurut Amran, pemerintah Belarus juga menyampaikan kebutuhan minyak sawit yang dapat dipenuhi oleh Indonesia.
“Kami juga mendorong ekspor CPO ke Belarus. Selama ini produk tersebut belum masuk ke pasar Belarus, padahal mereka telah menyampaikan kebutuhannya sekitar 14 ribu ton. Ini menjadi peluang yang harus segera kita tindak lanjuti agar perdagangan kedua negara semakin meningkat,” ungkap Mentan Amran.
Indonesia dan Belarus juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang teknologi pertanian. Kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan mekanisasi pertanian, modernisasi sistem irigasi, pengelolaan sumber daya air, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.
Mentan mengatakan, Belarus memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat menjadi mitra strategis bagi Indonesia. Sementara Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian.
“Kolaborasi ini harus mampu mempercepat modernisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan kedua negara,” ujar Mentan Amran.
Pada sektor peternakan, kedua negara juga membahas peluang peningkatan kerja sama perdagangan produk susu. Mentan Amran menilai kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang semakin kompetitif bagi masyarakat Indonesia.
Mentan Amran menegaskan seluruh hasil pembahasan harus segera ditindaklanjuti agar kerja sama yang telah disepakati dapat segera direalisasikan.
“Semua hasil pertemuan ini harus segera ditindaklanjuti agar manfaatnya dapat dirasakan oleh kedua negara, khususnya para pelaku usaha dan petani,” tegas Mentan Amran. (sat)




