PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut Program biodiesel B50 memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi jutaan petani di Indonesia dan memperkuat hilirirsasi sawit.
“Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani,” ungkap Mentan, di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Amran menyebut, produksi sawit juga terus meningkat, ekspor juga tumbuh. Sedangkan pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar.
Menurut Amran, implementasi B50 juga akan memperluas pasar domestik minyak sawit, meningkatkan permintaan tandan buah segar (TBS), memperkuat harga di tingkat petani, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di sentra-sentra perkebunan.
“Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat,” jelas Mentan Amran.
Selain itu, lanjut Mentan, pihaknya akan menguatkan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Menurut Presiden, implementasi B50 tidak hanya menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi nasional, tetapi juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai tambah komoditas sawit.
Prabowo menegaskan keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.
“Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik,” kata Prabowo.
Kepala negara juga mendapatkan laporan dari berbagai provinsi bahwa pendapatan petani-petani sekarang meningkat.
“Pembelian motor dan mobil meningkat puluhan persen. Ada petani-petani sekarang umrah juga meningkat. Artinya mereka sekarang memiliki uang,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, peluncuran B50 menjadi bukti Indonesia mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
“Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” kata Presiden. (sat)




