a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kolaborasi Antar Anggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Indonesia

Kolaborasi Antar Anggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Indonesia

26 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus memperkuat kolaborasi antaranggota melalui kegiatan benchmarking dan sharing teknologi yang dilaksanakan secara bergilir di kebun-kebun anggota.

Kali ini, kegiatan Konsorsium Mekanisasi, Digitalisasi & Otomasi (MDO) diselenggarakan di kebun PT Binasawit Abadipratama, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama anggota GAPKI untuk saling mendukung, saling belajar, dan berbagi pengalaman dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.

Ketua Bidang Riset & Pengembangan GAPKI, Dwi Asmono menegaskan, inovasi dan transformasi teknologi menjadi kebutuhan strategis bagi industri sawit nasional.

“Kalau kita bicara teknologi, research innovation ada idiom yang mengatakan innovate or die, inovasi atau mati. Persaingan di industri minyak ini luar biasa,” ujar Dwi Asmono, Senin (25/5/2026).

Menurut Dwi Asmono, prioritas utama GAPKI di sektor hulu saat ini adalah peningkatan produktivitas. Karena itu, kepengurusan GAPKI mendorong pembentukan berbagai konsorsium lintas perusahaan sebagai wadah kolaborasi industri, mulai dari konsorsium sumber daya genetik, konsorsium Ganoderma, hingga konsorsium mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi.

Melalui forum seperti ini, anggota GAPKI tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun ekosistem pembelajaran bersama untuk mempercepat adopsi teknologi di perkebunan sawit Indonesia.

“Industri membutuhkan shared learning, benchmarking, pilot project bersama, dan keberanian mencoba teknologi baru. GAPKI hadir sebagai platform kolaborasi industri,” kata Dwi Asmono.

Dwi Asmono menjelaskan, industri sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, tekanan efisiensi, tuntutan sustainability dan traceability, perubahan iklim, hingga kebutuhan regenerasi sumber daya manusia industri.

Karena itu, lanjut Dwi Asmono, transformasi menuju mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut, para peserta juga melihat langsung implementasi berbagai inovasi di lapangan yang diterapkan PT Binasawit Abadipratama.

CEO PT Binasawit Abadipratama, Benny Yusuf Setiawan menjelaskan, mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi membantu mempermudah berbagai pekerjaan lapangan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Salah satu inovasi yang diterapkan perusahaan adalah metode replanting rorak yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan.

“Jika target sebelumnya pada usia 31–42 bulan setelah tanam sekitar 10 ton, sekarang kita bisa meningkat menjadi 15 bahkan sampai 20 ton per hektar untuk yield panen perdana,” ungkap Benny.

Sementara itu, Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rizki Djaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kekompakan anggota GAPKI dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

“Tujuan kegiatan hari ini adalah meningkatkan produktivitas kelapa sawit dengan berbagai strategi, mekanisasi, serta percepatan produksi agar sawit berkelanjutan ini bisa kita pertahankan di republik tercinta ini,” ujar Rizki.

Rizki juga menekankan bahwa Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap kebutuhan sawit global. Karena itu, penguatan daya saing industri menjadi tanggung jawab bersama seluruh pelaku industri.

Melalui Konsorsium MDO, GAPKI berharap dapat melahirkan benchmark nasional, pilot project nyata, roadmap teknologi sawit Indonesia, serta kader-kader muda industri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Forum ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi industri sawit Indonesia hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, keterbukaan antaranggota, dan semangat untuk tumbuh bersama.

“Masa depan sawit Indonesia tidak hanya ditanam di tanah, tetapi juga dibangun melalui inovasi dan kolaborasi,” tutup Dwi Asmono. (yer)

Tags: Gapkisawit

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Terus Operasi Pasar Stabilkan Harga Beras

Pemerintah Terus Operasi Pasar Stabilkan Harga Beras

21 Oktober 2025
Kementan Dorong Kopi Yogya Menuju Pasar Global

Kementan Dorong Kopi Yogya Menuju Pasar Global

17 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.