a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Wamentan Sudaryono Sebut Indonesia Siap Perluas Ekspor

Wamentan Sudaryono Sebut Indonesia Siap Perluas Ekspor

21 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebutkan, yang kuat, produksi beras terus meningkat dan menguatkan stok beras. Indonesia siap perluas ekspor beras sekaligus menjalankan misi kemanusiaan internasional.

“Stok kita melimpah, sudah 5,3 juta ton. Potensi produksi dan serapan ke depan juga masih sangat besar,” ungkap Wamentan Sudaryono, Selasa (19/5/2026).

Hingga 18 Mei 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai sekitar 5,37 juta ton. Jumlah tersebut tidak hanya menjadi penyangga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberi ruang bagi Indonesia untuk menjalankan ekspor dan bantuan kemanusiaan.

Pemerintah memperkirakan, meskipun stok digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, penyediaan beras premium, hingga ekspor, posisi cadangan beras nasional pada akhir 2026 tetap berada pada level aman.

“Kita prediksi stok akhir Desember 2026 tetap di kisaran 5 juta ton, bisa sedikit di bawah atau di atas. Karena produksi terus berjalan dan kebutuhan juga tetap ada,” jelasnya.

Dari sisi produksi, kinerja pertanian nasional juga menunjukkan tren positif. Produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 4,07 juta ton dibanding tahun sebelumnya atau naik sekitar 13,29 persen.

Dengan kebutuhan domestik sekitar 2,5–2,6 juta ton per bulan, Indonesia dinilai memiliki ruang yang cukup untuk memperluas pasar ekspor tanpa mengganggu stabilitas pasokan dalam negeri.

Menurut Wamentan, Indonesia kini tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memperluas peran sebagai pemasok pangan bagi negara sahabat, dengan tetap mengutamakan kecukupan stok nasional.

“Kita sudah mengirim 10 ribu ton beras ke Palestina. Kemudian ke Arab Saudi sekitar 2 ribu ton. Ke depan, kita berharap bukan hanya jemaah Indonesia saat haji dan umrah yang mengonsumsi beras Indonesia, tetapi juga jemaah dari negara lain,” ujar Sudaryono.

Menurut Wamentan, seluruh kebijakan ekspor dilakukan secara terukur dan hati-hati agar tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri.

“Semua ekspor dihitung secara cermat. Jangan sampai kebutuhan dalam negeri justru terganggu,” tegas Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Sebelumnya, Indonesia telah mencatat ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton atau senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia.

Ke depan, pasar Arab Saudi dinilai memiliki potensi besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan warga Indonesia yang tinggal di sana, dengan jumlah mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.

Selain ekspor, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 10 ribu ton beras untuk Palestina sebagai bentuk solidaritas dan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sudaryono mengatakan, optimisme pemerintah dalam memperluas ekspor didukung oleh kondisi stok beras nasional yang saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Wamentan juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara yang berpotensi menjadi pasar ekspor baru.

“Kami sudah melakukan penjajakan dengan beberapa negara. Ekspor tentu harus dihitung secara komersial, mulai dari harga hingga jumlahnya. Saat ini tinggal proses business to business dan penyelesaian kesepakatan,” ujarnya. (sat)

Tags: Cadangan BerasEkspor berasstok berasWamentan Sudaryono

Related Posts

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

Agrinas Palma dan IPB University Kembangkan Bioetanol

7 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University kembangkan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan...

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan berantas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Segmen Sawit Masih Jadi Kontributor Utama Pendapatan DSNG

Empat Emiten Sawit Terdepak dari Indeks Global MSCI

13 Mei 2026
Kementan Gandeng Pemda Yogyakarta Gelar Panen Perdana Kopi

Kementan Gandeng Pemda Yogyakarta Gelar Panen Perdana Kopi

16 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.