a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kopi Specialty Indonesia Catatkan Transaksi Rp 498 Miliar di SCE 2025

Kopi Specialty Indonesia

Penguatan Hilir Kopi Prioritas Pengembangan Ekonomi Kreatif

10 Desember 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Penguatan hilir kopi sebagai salah satu prioritas akselerasi dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat tumbuhnya usaha kopi olahan dan meningkatkan daya saing produk kuliner berbasis kopi.

“Delapan puluh persen dari program kami akan lebih fokus pada akselerasi dan percepatan-percepatan supaya usaha, terutama yang hilir dari kopi ini, lebih cepat dan bisa berdaya saing lebih baik,” terang Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Kementerian Ekonomi Kreatif, Radi Manggala dikutip Selasa (9/12/2025).

Radi mengatakan, pihaknya secara khusus mengambil posisi pada lini hilir dalam pengembangan usaha kreatif. Subsektor kuliner termasuk kopi menjadi prioritas pemerintah sesuai arah RPJMN 2025–2029.

Menurut Radi, ekonomi kreatif merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan terus menunjukkan perkembangan positif.

“Tenaga kerja maupun nilai tambah dalam PDB dan juga nilai ekspor kita hampir doubling dibandingkan pada 2013. Bahkan, capaian tenaga kerja ekonomi kreatif saat ini telah melampaui target 2025,” jelas Radi.

Dalam mendukung tumbuhnya usaha hilir kopi, kementerian memiliki delapan klaster program unggulan atau Asta Ekraf.

Delapan klaster tersebut meliputi penguatan data, kebijakan, pengembangan talenta, pemanfaatan infrastruktur kreatif, kekayaan intelektual, pembiayaan, akses pasar, dan sinergi ekraf. “Asta Ekraf ini berlaku bagi semua subsektor termasuk kuliner dan khususnya kopi,” kata Radi.

Radi menambahkan, konsep kolaborasi dalam ekosistem kreatif kini dikembangkan menjadi hexa helix. “Kami tambahkan lembaga keuangan sebagai akses pemodalan maupun pendanaan dan pembiayaan,” tuturnya.

Menurut Radi, pasar kopi global sangat menjanjikan dengan nilai pasar kopi dunia pada 2025 mencapai 369 miliar USD. Dari jumlah itu, 56,1 persen pendapatannya berasal dari kopi sangrai (roasted). “Artinya, peluang bisnis kopi sebagai bisnis kuliner sangat besar sekali,” tegasnya.

Selain itu, kata Radi, konsumsi kopi dalam sepuluh tahun terakhir meningkat tajam, termasuk di Tiongkok. Sementara pasar utama kopi Indonesia masih didominasi Amerika Serikat dan Eropa seperti Belgia, Inggris, serta Jerman.

Radi menyebutkan, Indonesia memiliki keanekaragaman kopi dari Aceh hingga Papua dengan 38 kopi terdaftar sebagai indikasi geografis. Oleh karena itu, pihaknya sedang menyusun identitas pemasaran nasional untuk produk kreatif.

Namun, Radi menilai strategi pemasarannya belum terstruktur. Mayoritas masih scatter dan belum dalam satu branding yang sama.

“Branding-nya sedang kami susun sehingga nanti bisa diaplikasikan untuk produk-produk kreatif khususnya kopi juga,” kata Radi.

Dalam perluasan pasar, kementerian menggandeng berbagai jenama kopi nasional yang telah berekspansi ke luar negeri. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok nasional dan internasional sekaligus membuka penetrasi pasar bagi merek lainnya.

Sementara itu, promosi offline seperti festival kopi dan business matching juga terus dijalankan. Pada saat yang sama dengan kegiatan pemaparan Radi, Direktorat Kuliner turut membawa produk kopi dalam misi promosi di Sydney.

Radi berharap, hilirisasi kopi dapat menjadi wajah kekuatan ekonomi kreatif Indonesia di pasar global sekaligus mengangkat produk kreatif berbasis potensi daerah. (har)

Tags: Kementerian Ekonomi Kreatifkopi

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kenaikan Biodiesel B50 Dinilai Makin Menekan Harga Sawit Petani

Kenaikan Biodiesel B50 Dinilai Makin Menekan Harga Sawit Petani

24 Oktober 2025
Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030

Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030

28 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.