a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Tanam Perdana Kelapa Genjah di Bantul

Kementan Tanam Perdana Kelapa Genjah di Bantul (dok Kementan)

Kementan Tanam Perdana Kelapa Genjah di Bantul

6 November 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan gelar Tanam Perdana Kelapa Genjah di Kelompok Tani Bumi Mukti, Dusun Srungo II, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Hilirisasi Perkebunan yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani melalui pengembangan kawasan terpadu dari hulu hingga hilir.

“Hilirisasi merupakan langkah konkret untuk memastikan nilai tambah dapat dinikmati petani dan masyarakat,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili Direktur Pelindungan Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro, dikutip Rabu (06/11/2025).

Menurut Bagus. dengan adanya fasilitas pengolahan di kawasan produksi, rantai pasok menjadi lebih efisien dan kesejahteraan petani meningkat.

Lebih lanjut Bagus menyampaikan bahwa subsektor perkebunan memegang peranan strategis dalam perekonomian nasional, baik melalui kontribusi ekspor maupun penyerapan tenaga kerja di wilayah pedesaan.

Namun, kata Bagus, tak dapat dipungkiri dalam pengembangan maupun penguatannya dihadapkan berbagai tantangan.

Salah satunya hingga saat ini sejumlah komoditas perkebunan masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Sehingga peluang peningkatan nilai tambah di tingkat petani masih sangat terbuka dan perlu lebih dioptimalkan.

Bagus menyebutkan, program hilirisasi perkebunan, khusus untuk kelapa, pemerintah menargetkan pengembangan kawasan seluas 221.890 hektare secara nasional hingga 2027.

Pada tahun 2025, program dimulai di tiga provinsi seluas 3.615 hektare, termasuk di DIY yang mendapat alokasi di tiga kabupaten diantaranya Bantul 123 hektare, Kulon Progo 127 hektare, dan Sleman 100 hektare.

Bagus menjelaskan, kelapa genjah menjadi komoditas potensial karena memiliki pertumbuhan cepat, produktivitas tinggi, dan peluang pasar beragam.

“Kelapa genjah sesuai dengan karakter wilayah Yogyakarta. Selain mendukung sektor pangan, komoditas ini juga dapat dikembangkan untuk pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari minuman segar, santan, tepung kelapa, hingga produk turunan berbasis air kelapa,” jelas Bagus.

Demi memperkuat hilirisasi kelapa, pemerintah menyiapkan pembangunan 20 pabrik pengolahan di berbagai sentra produksi nasional. Upaya ini diharapkan memperkuat industri hilir kelapa sekaligus membuka lapangan kerja baru di pedesaan.

“Program ini membutuhkan sinergi. Pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan petani harus bergerak bersama agar manfaat ekonominya dapat dirasakan nyata,” tambah Bagus.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tanam perdana kelapa genjah di wilayahnya.

Menurut Abdul, program ini sejalan dengan prioritas daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis pengembangan kelapa genjah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bantul dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Abdul Halim.

Secara terpisah, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat mengatakan, kegiatan tanam perdana ini menjadi langkah awal transformasi sistem perkelapaan menuju perkebunan yang modern, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi.

“Melalui kolaborasi lintas pihak, Program Hilirisasi Perkebunan diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus membawa dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia,” harap Roni.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penguatan hilirisasi perkebunan merupakan arahan langsung Presiden RI agar sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah nyata bagi petani dan daerah.

“Hilirisasi kelapa, termasuk pengembangan kelapa genjah di Bantul, merupakan salah satu contoh bagaimana kita membangun rantai pasok yang utuh dari hulu hingga hilir,” ujar Amran.

Menurut Amran, dengan memperkuat industri pengolahan di tingkat kawasan, petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi dapat menikmati manfaat ekonomi yang lebih besar dari produk turunannya.

“Pemerintah akan terus berupaya mendorong kolaborasi semua pihak terkait, dan mendorong penguatan kelembagaan petani, agar transformasi ini berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,” pungkas Amran.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian saat ini memfokuskan Program Hilirisasi pada tujuh komoditas unggulan, yaitu kelapa, kopi, kakao, lada, pala, tebu, dan jambu mete. (yer)

 

Tags: Direktorat Jenderal PerkebunanHilirisasi perkebunanKelapa genjahKementanMentan Andi Amran Sulaiman

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

Plt Dirjen Perkebunan: Peningkatan Produktivitas Tidak Selalu Buka Lahan Baru

23 September 2026

What Universal Health Care should look like in US

26 April 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.