a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Babel Canangkan Siap Jadi Pusat Kelapa Nasional

Babel Canangkan Siap Jadi Pusat Kelapa Nasional

28 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencanangkan siap menjadikan wilayah Babel sebagai pusat kelapa nasional dengan label “Kebun Kelapa Indonesia”.

Hal ini disampaikannya Gubernur Kepulauan Babe Hidayat Arsani saat mengumpulkan masyarakat serta seluruh Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dari Belitung dan Belitung Timur di Tanjungpandan, Sabtu (27/7/2025).

Gubernur Hidayat menekankan pentingnya memanfaatkan lahan-lahan tidur yang ada di skema Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Tanaman Industri (HTI), dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang selama ini terbengkalai.

Hidayat menjelaskan, program ini melibatkan investasi besar dan penanaman kelapa secara masif untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan baru dari Babel.

“Mereka akan kirim bibit 1 hingga 2 juta pohon kelapa. Kalau ini berhasil, Babel akan mendunia! Kenapa kita biarkan lahan tidur? Sekarang saatnya kita gerak. Ini peluang besar,” tegas Hidayat.

Gubernur Hidayat juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif. Pemerintah hanya memfasilitasi dan mendorong investor.

Hidayat mengatakan, masyarakat yang memiliki tanah bisa ikut dalam kemitraan ini dengan menyiapkan lahan, membersihkannya, dan diberi bibit serta pupuk dari investor.

Oleh karena itu, masyarakat diminta segera menyiapkan perjanjian kemitraan dan dokumen legalitas atas lahan mereka melalui kelompok tani.

“Saya tunggu dalam 15 hari ini, buat perjanjiannya! Masyarakat punya lahan, punya investasi. Kita butuh 1 juta pekerja. Jangan lagi tidur, ini bisa serap tenaga kerja luar biasa. Ingat, lima tahun itu sebentar!,” tegas Hidayat.

Kelapa dalam unggulan yang akan di tanam telah melalui proses penyortiran. Dengan bibit unggul, menurut Gubernur, hasil panen bisa mencapai 36 juta rupiah per hektare dengan pola tanam 180 batang dan pembagian hasil 20 persen untuk pemilik lahan.

“Kalau kita serius, investor siap bangun pabrik di Bangka dan Belitung dengan nilai investasi hampir satu triliun rupiah. Ini peluang besar bagi kita,” kata Hidayat optimistis.

Gubernur Hidayat berharap Babel dapat dikenal sebagai sentra kelapa nasional, yang menggerakkan ekonomi desa, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat Babel.

Baca juga : Mentan Soroti Pentingnya Hilirisasi Kelapa di Riau

Sementara itu, Wardinam, perwakilan dari investor yang hadir, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menyediakan bibit dan pendampingan bagi petani.

Wardiman menjelaskan, skema kerja sama tidak melibatkan pembelian lahan, melainkan kemitraan murni antara pemilik tanah dan perusahaan.

“Kami tidak akan beli tanah, hanya ingin kerja sama. Kami akan siapkan model pembibitan 500 ribu hingga 1 juta bibit, bekerja sama dengan kelompok tani,” ungkap Wardiman.

Kendati begitu, dirinya mengingatkan legalitas lahan para petani. Pihak investor menginginkan legalitas lahan yang jelas dan tidak tumpang tindih.

“Mereka juga menegaskan agar seluruh bibit yang diberikan benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik, karena nantinya perusahaan akan melakukan pengawasan secara langsung di lapangan,” jelas Wardinam.

Baca juga : BRIN dan ICC Kerjasama Perkuat Riset Benih Kelapa Unggul

Investor juga akan menyediakan pupuk, penyuluhan, serta pendampingan teknis hingga masa panen.

Keuntungan hasil panen akan dibagi 20 persen untuk pemilik lahan sesuai kesepakatan.

Wardinan menambahkan, perusahaan telah berpengalaman lebih dari 40 tahun di bidang pertanian kelapa ini dan siap mendampingi masyarakat ke depan, dengan tetap membuka peluang untuk sistem tumpangsari.

“Kalau petani mau tanam jagung di sela-sela pohon kelapa, silakan. Itu akan menambah hasil produksi petani,” ujar Wardinam. (har)

Tags: Gubernur Bangka Belitungkelapa

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

SIEXPO 2026 Tampilkan Teknologi dan Inovasi Sawit Bagi Peningkatan Produktivitas

SIEXPO 2026 Tampilkan Teknologi dan Inovasi Sawit Bagi Peningkatan Produktivitas

26 Juni 2026
Presiden Tunjuk Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Bapanas

Mentan Soroti Pentingnya Hilirisasi Kelapa di Riau

23 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.