Perkebunanindonesia.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tengah siapkan kajian dukungan persiapan implementasi pencampuran Bahan Bakar Nabati sebanyak 50 persen ke dalam Bahan Bakar Minyak jenis Minyak Solar (B50).
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan, pertemuan pembahasan ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk membahas dinamika pasokan dan permintaan minyak kelapa sawit di Indonesia dalam konteks rencana implementasi kebijakan biodiesel B50.
Fokus utama pertemuan adalah menyatukan pandangan lintas pemangku kepentingan termasuk lembaga penelitian, lembaga pemerintah, pelaku industri, serta perwakilan teknis.
“Pembahasan untuk merumuskan strategi dan langkah konkret dalam mendukung kebijakan energi berbasis kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujar Eddy seperti dikutip Sabtu (26/7/2025).
BPDP bersama kementerian dan perwakilan pemerintah lainnya menyepakati perlunya pendekatan yang lebih fleksibel terhadap implementasi B50.
Fleksibilitas ini mencakup penyesuaian blending ratio berdasarkan harga pasar CPO, mirip dengan model dinamis yang diterapkan pada bioetanol di Brasil.
Hal ini juga berkaitan dengan kesiapan kapasitas produksi domestik, baik dari sisi infrastruktur (termasuk pabrik Green Refinery pengolahan HVO/D100 milik Pertamina di kilang Cilacap dan Kilang Dumai), maupun logistik distribusi, terutama di daerah-daerah dengan pasokan CPO terbatas.
Pada tahun 2024 yang lalu, BPDP bersama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan kajian kesiapan implementasi B50 dengan pendekatan aspek teknis, keterjaminan pasokan, permintaan, aspek ekonomi hingga fiskal.
Aspek teknis dikaji oleh Kementerian ESDM dengan pelaksana Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”.
Sementara aspek pasokan, permintaan, ekonomi dan fiskal dikaji oleh Kementerian Pertanian dengan pelaksana KSO (Kerja Sama Operasi) antara PT SUCOFINDO dengan APPERTANI (Aliansi Peneliti Pertanian Indonesia).
Tim peneliti menyampaikan hasil studi terbaru terkait proyeksi produksi CPO tahun 2045 diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 60 juta ton.
Penyebab utama tidak tercapainya target produksi adalah stagnasi produktivitas di sektor hulu, keterbatasan lahan baru, dan ancaman penyakit tanaman, khususnya Ganoderma, yang diproyeksikan memberi dampak lebih besar daripada El Niño maupun La Niña.
Oleh karena itu, direkomendasikan strategi luar biasa (extraordinary measures) berupa peningkatan produktivitas tanaman, optimalisasi lahan terlantar, serta pemanfaatan teknologi dan input pertanian yang lebih efisien.
Kebutuhan CPO diperkirakan mencapai 17.5-18 juta ton untuk mendukung skema B50.
Hasil Kajian KSO Sucofindo dan Appertani memproyeksikan akan terjadi penurunan total ekspor minyak sawit seiring meningkatnya kebutuhan dalam negeri. Akan terjadi shock yang signifikan pada tahun 2026 saat penerapan B50 dimulai.
Data pertumbuhan produksi CPO cenderung stagnan dibandingkan pertumbuhan kebutuhan dalam negeri dan penurunan ekspor CPO yang terus meningkat.
Dampak Implementasi B50 terhadap total ekspor diproyeksikan turun 11.40 persen dibandingkan ekspor tahun 2024.
Di sisi teknis, Tim LEMIGAS mempresentasikan hasil uji karakteristik biodiesel untuk berbagai komposisi campuran, termasuk B35D15, B40D10, dan B50 untuk menyiapkan standar dan mutu (spesifikasi) biodiesel yang paling baik untuk campuran B50.
Campuran B35D15 (Biodiesel 35 persen ditambah Diesel Biohidrokarbon / HVO 15 persen) sejauh ini menunjukkan hasil terbaik dari sisi performa daya, konsumsi bahan bakar, emisi dan filtrasi.
Sementara itu, apabila campurannya menggunakan B50 (Biodiesel 50 persen) maka perlu dilakukan peningkatan standar kualitas biodiesel pada kandungan air, kandungan monogliserida dan stabilitas oksidasi, serta pengujian lanjutan dalam kondisi operasional yang lebih luas, termasuk simulasi ketahanan di lapangan (road endurance tests).
Di sisi lain, penerapan campuran B35D15 atau B40D10 juga terkendala pasokan produksi D15/D10 (Diesel Biohidrokarbon). (far)
Baca juga : Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50





Comments 1