Perkebunanindonesia.com – Harga referensi (HR) biji kakao periode Juli 2025 turun USD 152,92 dibanding bulan sebelumnya. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi biji kakao ditetapkan sebesar USD 9.438,60/MT.
“Penurunan harga referensi biji kakao dipengaruhi adanya peningkatan pasokan dari negara produsen utama, seperti Pantai Gading dan Nigeria,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim dalam keterangannya, Selasa (2/7/2025).
Menurut Isy, penetapan harga referensi biji kakao ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Juli 2025 menjadi USD 8.973/MT atau turun USD 154 atau 1,69 persen dari periode sebelumnya.
Namun, kata Isy, penurunan HR dan HPE biji kakao tidak berdampak pada bea keluar (BK) biji kakao yang tetap sebesar 15 persen. Hal ini sesuai Kolom 4 Lampiran Huruf B pada PMK Nomor 38 Tahun 2024.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, harga biji kakao di sentra utama produksi di seluruh Indonesia masih cukup tinggi.
Di Kabupaten Pidie (Aceh), harga biji kakao non fermentasi pada Juni sebesar Rp 86.170 per kilogram (kg) atau turun dibanding Mei yang mencapai Rp 90.000/kg. Sebaliknya di Tapanuli Selatan (Sumatera Utara) justru turun. Pada Juni harga kakao fermentasi tercatat Rp 61.670/kg, sementara pada Mei sebesar Rp 60.150/kg.
Di Lampung Barat (Lampung) harga kakao non fermentasi tercatat Rp 93.700/kg pada Juni 2025 atau naik dibanding Mei yang mencapai Rp 91.580/kg. Kenaikan harga penjualan juga terjadi di Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat) dari Rp 85.000/kg pada Mei menjadi Rp 86.000/kg pada Juni 2025.
Kenaikan harga kakao non fermentasi juga berlaku di Kabupaten Kulon Progo (DIY) dari Rp 74.520/kg pada Mei menjadi Rp 89.670/kg pada Juni 2025. Di Kabupaten Tabanan (Bali) justru harga penjualan biji kakao non fermentasi anjlok dari Rp 112.250/kg pada Mei 2025 menjadi Rp 98.300/kg pada Juni 2025.
Demikian juga di Kabupaten Ende (NTT) yang melorot dari Rp 90.165/kg menjadi Rp 78.500/kg pada Juni 2025. Penurunan harga juga sama di Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah) dari Rp 125.000/kg pada Mei menjadi Rp 111.160/kg pada Juni 2025.
Hal yang sama juga berlaku di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) dari Rp 100.910/kg menjadi Rp 85.235/kg pada Juni 2025. Di Kabuoaten Mamuju Tengah (Sulawesi Barat) juga melorot dari Rp 68.840/kg pada Mei menjadi Rp 66.000/kg pada Juni 2025. (far)




