BOGOR, perkebunanindonesia.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi menginisiasi proses penyusunan Roadmap Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Perkebunan Kakao dan Kelapa Indonesia Tahun 2025-2035.
Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDP, Kabul Wijayanto mengatakan, roadmap ini disusun untuk mengarahkan seluruh upaya pengembangan SDM secara lebih sistematis, terintegrasi, dan berdampak nyata.
“Roadmap ini penting membangun sistem pelatihan, pendidikan, dan pendampingan yang modern dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan proyeksi tantangan masa depan,” ujar Kabul seperti dikutip Jumat (13/6/2025).
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ardi Praptono mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mendorong hilirisasi industri kelapa sebagai prioritas nasional, dan proses penyusunan Peraturan Menteri Pertanian yang mengatur pengelolaan kelapa.
“Permentan ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2025, sebagai tindak lanjut dari Perpres 132 Tahun 2024,” ujar Ardi.
Sementara itu, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Baginda Siagian menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan strategi utama dalam pengembangan komoditas kakao, antara lain melalui pelatihan teknis dan manajerial, pendampingan, penyuluhan, serta diseminasi teknologi dan informasi.
Dewan Kakao Indonesia memaparkan kerangka pelaksanaan program pengembangan SDM kakao dari hulu hingga hilir
Sedangkan Dewan Kelapa Indonesia menyampaikan peta jalan pengembangan SDM di industri kelapa.
Sementara itu Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, menyampaikan analisis mengenai isu-isu strategis pengembangan SDM di sektor kakao dan kelapa, termasuk tantangan regenerasi petani, keterbatasan lembaga pendidikan spesifi.
Selain itu, kata Sri Gunawan rendahnya akses terhadap teknologi dan pasar, serta ketiadaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sesuai untuk kedua komoditas tersebut.
Diskusi ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM di seluruh rantai nilai, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga pelaku ekspor.
Diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai sektor untuk menciptakan sistem pendidikan dan pelatihan yang mampu menjawab tantangan produktivitas, mendorong hilirisasi industri, serta menarik minat generasi muda untuk terlibat di dalamnya.
Focus Group Discussion (FGD) yang digagas BPDP ini tidak hanya menjadi forum konsultatif, namun juga membuka ruang partisipasi aktif lintas sektor untuk menyusun langkah bersama dalam membangun ekosistem SDM perkebunan yang kuat, modern, dan kompetitif.
Tahapan berikutnya dari proses ini akan meliputi pendalaman teknis, pemetaan wilayah prioritas, serta pengumpulan data lapangan secara lebih detail.
BPDP menegaskan bahwa roadmap ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang mendorong sinergi konkret.
Sinergi itu antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun masa depan industri kelapa dan kakao Indonesia yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. (fad)




