a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Produk Kelapa Parut Kering Indonesia Pikat Buyer Mesir

Kelapa Parut Kering Produk IKM (Istimewa)

Produk Kelapa Parut Kering Indonesia Pikat Mesir

3 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Produk kelapa parut kering Indonesia berhasil menarik minat pembeli (buyer) dari Mesir. Berdasarkan kontrak dagang Indonesia akan mengekspor sebesar 26 ton kelapa parut kering.

Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf usai menyaksikan penandatanganan kontrak dagang produk kelapa parut kering lemak tinggi (kode HS 08011)  dari PT Indonesia Nua Nusantara Commodities dengan perusahaan ekspor-impor Mesir, The Egyptian Office for Customs Clearance, Import & Export, pada Rabu (30/4/2025) secara daring.

“KBRI Kairo menyambut baik terealisasinya ekspor kelapa parut kering berkadar lemak tinggi dari Indonesia ke Mesir,” ujar Lutfi dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).

Menurut Lutfi, penandatanganan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki produk pertanian Indonesia dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pertanian dan perkebunan untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka melalui hilirisasi dan inovasi nilai tambah.

Dalam  kontrak  awal,  disepakati pengiriman sebanyak satu kontainer berisikan 26 ton kelapa parut kering dengan nilai USD 78 ribu atau setara Rp 1,28 miliar ke Pelabuhan Damietta, Mesir. Adapun total potensi transaksi dalam satu tahun diperkirakan mencapai USD 936 ribu atau Rp15,41 miliar.

Sementara  itu, Atase Perdagangan Kairo M. Syahran Bhakti mengungkapkan, kontrak dagang  ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke Mesir, namun juga memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Mesir memiliki posisi strategis yang menjadikannya potensial sebagai pusat distribusi (hub) bagi produk Indonesia, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga  untuk menjangkau kawasan Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara sekitarnya,” ungkap Syahran.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor kelapa parut kering Indonesia ke  Mesir mencapai USD 654 ribu pada Januari 2025. Angka tersebut naik sebesar 101,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar USD 325 ribu.

Sementara, total ekspor kelapa parut kering Indonesia ke Mesir mencapai USD 5,43 juta, dengan pangsa pasar sebesar 12,41 persen pada 2024.

Indonesia bersaing dengan negara pemasok lainnya, seperti Vietnam dengan pangsa pasar sebesar 63,71 persen, Sri Lanka sebesar 9,59 persen, Brasil sebesar 8,58 persen, dan India sebesar 0,8 persen di pasar kelapa parut kering Mesir.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo Abdul Gafur menyatakan, pelaku usaha Indonesia diharapkan dapat menjaga kepercayaan mitra dagang Mesir dengan mematuhi jadwal pengiriman, menjaga kualitas produk, serta melengkapi dokumen ekspor secara tertib.

Senada dengan itu, Direktur The Egyptian Office for Customs Cleareance, Import &  Export Hatim Nagah menjelaskan, kontrak dagang yang diteken dengan perusahaan  Indonesia merupakan langkah awal dari kerja sama jangka panjang di sektor kelapa.

“Kami optimistis pelaku usaha muda Indonesia dapat memenuhi pesanan dalam waktu 40 hari setelah pembayaran uang muka yang akan kami transfer dalam tiga hari ke depan,” ujar Hatim.

Sementara itu, Direktur PT Nua Nusantara Commodities Muhammad Adam Ghazani, mengatakan, inisiatif KBRI Kairo dalam menyediakan ruang displai produk ekspor menjadi bentuk nyata diplomasi ekonomi yang berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM dan eksportir baru Indonesia.

“Fasilitasi ini bukan hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam mendorong anak-anak muda Indonesia menembus pasar global,” tutup Adam. (har)

Tags: kelapa

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BRIN Bersama Mitra Riset Kopi yang Aman Dikonsumsi

BRIN Bersama Mitra Riset Kopi yang Aman Dikonsumsi

20 Juli 2025
Kemitraan Kunci Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Termasuk Sawit

Kemitraan Kunci Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Termasuk Sawit

18 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.