a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Terus Perluas Sentra Produksi Tebu Baru, Termasuk Bombana

10 Juli 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas sentra-sentra produksi tebu baru sebagai langkah strategis memperkuat swasembada gula nasional.

Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang kini disiapkan menjadi kawasan pengembangan tebu baru dengan target mencapai 1.000 hektare.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengatakan pengembangan kawasan tebu di Bombana merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam memperluas pusat-pusat produksi tebu nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Menurut Heru, Bombana memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai sentra tebu baru.

“Dengan pengembangan kawasan yang dilakukan secara bertahap, kami optimistis daerah ini akan menjadi salah satu penopang produksi tebu nasional sekaligus memperkuat upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula,” ujar Heru dikutip Kamis (9/7/2026).

Heru mengatakan, pengembangan kawasan tebu tidak hanya berorientasi pada penambahan luas tanam, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mendorong investasi di sektor perkebunan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

“Kementerian Pertanian terus mengawal setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari penetapan CPCL, pendampingan budidaya, hingga penyediaan sarana produksi,” jelas Heru.

Menurut Heru, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci agar kawasan tebu Bombana dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Heru berharap, melalui pengembangan kawasan hingga 1.000 hektare tersebut, Bombana dapat tumbuh sebagai sentra tebu baru yang berdaya saing, mampu memasok kebutuhan bahan baku industri gula, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gula nasional dan terwujudnya swasembada gula.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pada beberapa kesempatan menegaskan, pengembangan tebu menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mempercepat tercapainya swasembada gula.

Setiap daerah yang memiliki potensi lahan harus dioptimalkan agar mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Bombana memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sentra tebu baru.

Kementerian Pertanian akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan, didukung sinergi dengan pemerintah daerah dan pekebun, sehingga target swasembada gula dapat tercapai dan kesejahteraan pekebun semakin meningkat. (sat)

Tags: Kabupaten BombanaKementanTebu

Related Posts

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Rencana pemerintah terkait perluasan kawasan tebu, jagung dan ubi seluas dua juta hektare untuk bahan...

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan tebu dari hulu guna memastikan ketersediaan bahan baku bioetanol nasional...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Apical Hidupkan Kembali Perkebunan Kakao Lewat Programnya di Kutai Timur

Apical Hidupkan Kembali Perkebunan Kakao Lewat Programnya di Kutai Timur

22 September 2025
BPS Catat Ekspor kopi Indonesia 2024 Naik 76,33 Persen

Peluang Perluasan Ekspor Komoditas Perkebunan ke AS

26 Februari 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.