PERKEBUNAN INDONESIA – Bayer Indonesia terus membina petani muda melalui program SATRIA diikuti 500 petani di Magelang. Tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Generasi muda berperan penting bagi kemajuan dan ketahanan pangan Indonesia. Better Life Farming memberikan kami pengalaman dan pemahaman langsung bagaimana pendampingan yang tepat mampu mengubah cara petani bekerja dan meningkatkan kehidupan mereka” ujar Head of BLF Bayer Indonesia Maria Magdalena Pakpahan, dalam keterangannya dikutip Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjut Maria mengatakan, kini, program Bayer SATRIA menjadi pendekatan baru untuk menguatkan transformasi pertanian generasi berikutnya.
“Regenerasi petani bukan hanya tentang kuantitas, tetapi juga kualitas – yaitu petani muda yang siap, adaptif, dan bangga dengan profesinya,” tambah Maria.
Menurut Maria, program Bayer SATRIA merupakan perluasan strategis dari inisiatif Better Life Farming (BLF) dari Bayer yang telah berjalan sejak 2020.
BLF secara konsisten mendampingi lebih dari 1,8 juta petani lahan kecil di Indonesia – dan akan terus bertambah, dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta keberlanjutan pertanian.
“Program unggulan ini hadir baik untuk petani muda yang aktif di bidang pertanian, maupun anak muda yang mempunyai minat besar untuk memajukan pertanian Indonesia,” ujar Maria.
Para petani mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan, akses terhadap teknologi pertanian modern yang berkelanjutan, dan wawasan untuk meningkatkan kapabilitas digital mereka.
Program dibangun di atas empat pilar, pertama, Inovasi Teknologi Pertanian, yakni akses terhadap teknologi pertanian untuk penerapan good agricultural practice guna meningkatkan produktivitas sekaligus penguatan ketahanan usaha tani;
Kedua, Digital Marketing, berupa pemanfaatan media sosial dan platform daring untuk memasarkan hasil pertanian;
Ketiga, Ekosistem Pertanian, kolaborasi antara akses pembiayaan, monitoring dan pendampingan petani, serta offtaker – sebagai upaya melibatkan petani muda sebagai bagian dari rantai nilai pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan;
Keempat, Agents of Change, yaitu mencetak petani muda sebagai Bayer Ambassador guna menyebarkan wawasan dan praktik pertanian yang baik kepada komunitasnya.
Kabupaten Magelang menjadi salah satu dari tujuh wilayah prioritas untuk implementasi SATRIA. Berdasarkan catatan BPS Kabupaten Magelang, di kabupaten ini, hanya 27.425 dari 177.765 petani aktif (15,43 persen) yang terkategori berusia muda.
Berfokus pada komoditas cabai merah keriting, selama kegiatan para petani muda menerima pengayaan pengetahuan dan penggunaan teknologi untuk mengoptimalkan proses dan hasil pertanian.
Salah satunya, pengenalan paket cabai super dari Bayer yang berpotensi meningkatkan hasil panen sekitar 23 persen pada lahan 0,5 hektar, dari 3,5 ton menjadi 4,3 ton dalam 5 bulan budidaya.
Program Bayer SATRIA telah berkolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memungkinkan petani muda mendapatkan fasilitas KUR dan non-KUR dengan bunga kompetitif.
Petani muda di Magelang juga diperkenalkan dengan jalur pemasaran komoditas cabai dan kentang bersama Indofood. Juga, para petani muda belajar langsung dari influencer pertanian untuk membuat konten pertanian yang efektif guna mendukung pemasaran digital.
Arum Wulandari, petani dari Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, menilai bahwa peningkatan kapasitas digital, didukung akses terhadap pasar, pembiayaan, dan teknologi pertanian, menjadi kunci bagi petani muda untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Pendampingan Program Bayer SATRIA memberikan manfaat nyata bagi saya sehingga emperkuat kemampuan dalam menerapkan praktik pertanian modern,” ungkap Arum.
Program ini, tambah Arum, juga menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan sesama sehingga petani lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha tani yang berkelanjutan. (*)




