a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mendag Lepas Ekspor Gula Kelapa Asal Banyumas ke AS

Mendag Lepas Ekspor Gula Kelapa asal Banyumas (dok Kemendag)

Mendag Lepas Ekspor Gula Kelapa Asal Banyumas ke AS

27 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor 20 ton gula kelapa senilai USD 46 ribu atau setara Rp822,48 juta ke Chicago, Amerika Serikat (AS).

“Kami ingin tumbuh bersama-sama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya, dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara,” ujar Mendag, Kamis (25/6/2026).

Menurut Mendag, keberhasilan PT IMC dalam merambah pasar internasional tidak lepas dari kemampuannya memanfaatkan berbagai fasilitasi perdagangan.

“PT IMC adalah contoh pelaku usaha yang berhasil memperluas jangkauan pasarnya dengan mengoptimalkan fasilitasi perdagangan,” ujar Mendag Busan.

PT IMC adalah produsen gula kelapa yang beroperasi sejak 2012. Produknya ditujukan untuk industri yang memerlukan penggunaan gula aren.

Hingga saat ini, PT IMC telah menembus 56 negara tujuan ekspor di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. PT IMC juga bermitra dengan 5.000 mitra pemasok bahan baku, termasuk petani dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.

Mendag menilai PT IMC telah melakukan upaya yang tepat dalam mengembangkan petani-petani di Banyumas. Dia pun mengajak pelaku usaha untuk mengembangkan petani-petani di desa melalui program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.

“Kita ingin tumbuh bersama. Ekspor itu tidak harus yang besar, tapi bisa yang menengah dan kecil. Ekspor tidak harus dari kota, tetapi bisa dari desa melalui program Desa BISA Ekspor,” jelas Mendag.

Mendag mengatakan, agar komoditas daerah seperti gula kelapa asal Banyumas bisa berkembang, pelaku usaha bisa memanfaatkan berbagai fasilitasi perdagangan.

Mendag Budi mendorong pelaku usaha di daerah untuk mengikuti penjajakan bisnis (business matching) dan menggunakan SKA dalam aktivitas ekspornya agar mendapatkan pengurangan bea masuk ke negara tujuan ekspor.

Mendag pun mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha.

Gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pelepasan ekspor ke AS ini didukung adanya Surat Keterangan Asal (SKA) Form B sebagai dokumen keterangan asal barang.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengapresiasi dukungan Kemendag dalam mendorong ekspor pelaku usaha di daerah. Gula kelapa sebagai komoditas unggulan Banyumas punya potensi besar untuk ekspor.

“Kami berkomitmen untuk mendukung ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan ekspor daerah agar produk unggulan kita makin dikenal dan diminati di pasar global,” ujar Sadewo.

Sementara itu, Direktur PT IMC, Mario Ngensowidjaja, mengatakan, 98 persen gula kelapa Indonesia diperuntukkan untuk ekspor. Produk ini sangat diminati terutama di Amerika dan Eropa.

“Permintaan gula kelapa di luar (negeri) sangat luar biasa. Gula kelapa menjadi intan permatanya produk Indonesia untuk ekspor, ini benar-benar mendukung devisa negara,” ujar Mario.

Gula kelapa merupakan salah satu produk Indonesia yang potensial di pasar global. Sepanjang 2021–2025, terjadi tren peningkatan ekspor untuk produk gula (HS 170290) sebesar 9,61 persen.

Kemudian, pada Januari–April 2026, ekspor produk gula Indonesia tercatat sebesar USD 42,67 juta atau tumbuh 45,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. (fad)

Tags: gula kelapaKabupaten BanyumasMendag

Related Posts

Harga Refensi Biji Kakao

Harga Referensi Biji Kakao Oktober 2026 Naik Tujuh Persen

3 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetapkan harga referensi (HR) biji kakao periode Oktober 2026 USD 6.057,87 per...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Lagi

2 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode Okteber 2026 mengalami kenaikan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Siapkan Anggaran Rp 9 Triliun untuk Petani Tebu

Kementan Siapkan Anggaran Rp 9 Triliun untuk Petani Tebu

24 Juli 2026
ID FOOD Siap Serap Gula Petani Besar-besaran

ID FOOD Siap Serap Gula Petani Besar-besaran

30 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.