a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Koperasi Produsen Syariah Bidik Ekspor Komoditas Gambir ke India-Pakistan

Koperasi Produsen Syariah Bidik Ekspor Komoditas Gambir ke India-Pakistan

24 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat membidik ekspor komoditas gambir ke India dan Pakistan dengan target 20 ton per bulan.

Ekspor komoditas gambir tersebut berkerja sama dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait ekspor komoditas gambir di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, pada Selasa (23/6/2026).

Kerja sama ini membidik potensi pasar di India dan Pakistan dengan estimasi nilai mencapai USD 732.831 (sekitar Rp11,72 miliar) dan target pengiriman 20 ton gambir per bulan.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kolaborasi ini berhenti di atas kertas.

“Saya berharap sebelum 3 bulan langsung terjadi transaksi kontrak bisnis dan barang sudah dikirim dalam bentuk hilirisasi,” ujar Destry dalam arahannya.

Destry juga menyoroti tantangan yang ada yaitu konsistensi jumlah supply dan mutu produk saat pesanan mulai melonjak. Melalui pelibatan lintas kementerian, pemerintah berkomitmen mengawal standardisasi internasional (seperti HACCP) untuk menjaga marwah produk Indonesia.

Destry juga berharap agar regulasi perdagangan luar negeri dapat diperketat supaya pembeli asing tidak bisa langsung membeli bahan baku mentah langsung ke desa, yang kerap merusak stabilitas harga lokal.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyambut baik target cepat yang dicanangkan Kemenkop. ID FOOD, yang saat ini tengah melakukan restrukturisasi besar di bawah Danantara untuk berfokus pada industri perdagangan dan distribusi, berkomitmen menjadikan komoditas unggulan daerah sebagai komoditas ekspor global melalui anak usahanya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).

Dwi menjelaskan bahwa dalam membangun ekosistem ekspor ini, ada tiga pilar utama yang wajib dijaga bersama.

Pertama adalah keberlanjutan pasokan dari petani (continuity of supply), diikuti dengan konsistensi kualitas produk yang tidak boleh menurun (consistency of quality).

Ketiga, produk harus memiliki keunggulan daya saing harga di pasar internasional (price competitiveness) agar tidak kalah saing dengan negara produsen lainnya.

“Ke depan, ID FOOD akan mengoptimalkan kantor-kantor cabangnya di seluruh Indonesia untuk bertindak sebagai sourcing development, yang mengidentifikasi produk unggulan daerah yang siap dibawa ke pasar internasional,” ucapnya.

Ketua Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri, Eriyanto, meyakini kerja sama ini sebagai angin segar bagi pihaknya dan mengapresiasi kepada Kemenkop dan Dinas Koperasi UKM Sumatera Barat yang telah menjembatani koperasi hingga bisa bermitra langsung dengan BUMN Pangan.

Koperasi yang berdiri sejak 12 Juni 2021 itu kini telah mengonsolidasikan sekitar 190 petani gambir dan 8 kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 450 hektare. Melalui modal sosial tersebut, koperasi mampu menghasilkan kapasitas produksi berkisar antara 30 hingga 50 ton per bulan.

“Bagi kami, MoU ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat, meningkatkan mutu ekspor, serta menguatkan hilirisasi komoditas gambir melalui sinergi koperasi dan BUMN,” kata Eriyanto.

Eriyanto memastikan pihak koperasi berkomitmen penuh untuk menjaga kontinuitas pasokan dan mengelola manajemen secara profesional serta transparan agar gambir Indonesia semakin kokoh di pasar global. (far)

Tags: ID FoodKementerian Koperasikomoditas gambir

Related Posts

Harga Refensi Biji Kakao

Harga Referensi Biji Kakao Oktober 2026 Naik Tujuh Persen

3 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetapkan harga referensi (HR) biji kakao periode Oktober 2026 USD 6.057,87 per...

Produksi TBS Lonsum Semester I 2025 Turun Dua Persen

Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Lagi

2 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) periode Okteber 2026 mengalami kenaikan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kemendag Sebut Potensi Transaksi Produk Kakao, Kopi Capai USD 90,9 Juta

Kemendag Sebut Potensi Transaksi Produk Kakao, Kopi Capai USD 90,9 Juta

8 Oktober 2025
Kementan Perkuat Pengawasan untuk Hilirisasi Komoditas Perkebunan

Kementan Perkuat Pengawasan untuk Hilirisasi Komoditas Perkebunan

2 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.