a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pelaku Usaha Teh Minta Pemasok Pastol Ditindak Tegas

Pelaku Usaha Teh Minta Pemasok Pastol Ditindak Tegas

17 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pelaku usaha industri teh nasional meminta pemasok limbah teh atau ampas teh botol (pastol) ditindak tegas, karena sudah merugikan produsen teh, terutama petani.

Hal tersebut terungkap dalam Webinar Pertehan Indonesia 2026 dalam rangka peringatan Dirgahayu Asosiasi Teh Indonesia (ATI) ke-48, Rabu (17/6/2026).

“Kami minta pemasok pastol ini ditindak tegas, kalau ada saya tangkap, karena ini sudah sangat  merugikan,” tegas Ketua Umum Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Nugroho Koesnohadi.

Menurut Nugroho, pemasok pastol merusak tatanan dalam industri teh. Apalagi kondisi pertehan nasional sedang terpuruk akibat turunnya produksi dan luas areal.

Nugroho mengakui, terdapat fenomena alih fungsi lahan dari perkebunan teh menjadi lahan sayuran kentang dan lain-lainnya.

“Dalam 25 tahun terakhir sejak tahun 2000 telah terjadi penurunan luas areal Perkebunan Teh dari 153.675 hektare tinggal menjadi 97.773 hektare pada tahun 2026 atau rata-rata menurun seluas 2.236 hektar per tahun,” papar Nugroho.

Hal serupa juga diungkapkan Direktur Utama PT Sekarwangi Makmur Indonesia Sukirman Sumarto. Menurutnya, pemasok pastol mesti ditindak tegas karena merugikan para produsen dan petani.

Sumarto mengungkapkan, produksi teh rakyat saat ini menurun akibat banyaknya lahan perkebunan beralihfungsi ke tanaman sayur dan buah.

“Dampak turunnya produksi teh rakyat menyebabkan pasokan pucuk ke pabrik pengolahan teh menurun signifikan,” kata Sumarto.

Sumarto mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya pasokan pucuk pada saat kondisi belum kemarau, petani hanya mampu memasok 46 persen dari total kapasitas pabrik.

“Sedangkan di Jawa Tengah bahkan di bawah 40 persen, akibatnya banyak pabrik teh yang tutup, merupakan kesempatan besar bagi petani teh untuk meningkatkan produksinya,” jelas Sumarto.

Baca juga : Perlu Ada Kajian Mendalam untuk Evaluasi Mutu Teh

Ketua Dewan Teh Indonesia Asosiasi Bidang Transformasi Tata Niaga Andrew T. Supit mengungkapkan, pastol atau limbah teh yang tercampur dalam industri teh kemasan mencapai 34 ribu ton per tahun.

Sedangkan produksi teh murni dalam negeri sebesar 97.900 ton. “Artinya pastol yang diperdagangkan ini sudah mencapai 34 persen dari total produksi teh nasional,” kata Andrew.

Menurut Andrew, harga teh yang saat ini stagnasi akibat pemasok pastol tersebut. Padahal produksi teh dalam negeri menurun.

“Berdasarkan prinsip supply and demand¸ mestinya harga teh naik. Karena produksi berkurang, sedangkan pertumbuhan peminum teh bertambah 10 persen per tahun,” jelas Andrew.

Karena itu, menurut Andrew, harga teh yang berlaku saat ini sebuah anomali. Hal ini akibat pastol yang masuk dalam industri teh. (yer)

Tags: AptehindoAsosiasi Teh IndonesiaDewan Teh IndonesiaLimbah TehTeh

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan Bersama BUMN

Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan Bersama BUMN

24 September 2025
Pasokan Kelapa dari Petani Anjlok 60 Persen

Komoditas Unggulan Berpotensi Besar Dikembangkan Melalui Hilirisasi

29 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.