PERKEBUNAN INDONESIA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terus memperkuat kinerja bisnis pada sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan dengan mengedepankan praktik keberlanjutan.
Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo menjelaskan bahwa Perseroan terus berupaya memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan yang prudent, penuh dengan kehati-hatian, dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip GCG di seluruh segmen bisnis.
“Sepanjang tahun 2025, Perseroan menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi kondisi geopolitik global, inflasi yang belum sepenuhnya mereda di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian akibat perang dagang yang masih berlangsung,” ungkap Andrianto dalam keterangannya, Rabu (10/62026).
Di tengah situasi tersebut, kata Andrianto, Perseroan tetap menjaga ketahanan bisnis dan fokus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar DSNG menyetujui agenda yang telah diajukan Perseroan sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik ( Good Corporate Governance /GCG).
Rapat berlokasi di Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta Utara itu dihadiri para pemegang saham berjumlah 10.022.409.333 pemegang saham atau mewakili sekitar 94,55 persen.
RUPS DSNG 2025 dipimpin langsung Komisaris Utama DSNG Adi Resanata Somadi Halim. Para pemegang saham menyetujui seluruh agenda RUPST 2026, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 yang telah diaudit.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroa n Tahun Buku 2025, termasuk pembagian dividen tunai sebesar Rp 498 miliar atau Rp 47 per saham.
Atas pencapaian tersebut, DSNG kembali meraih pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar Forbes Asia’s Best Under A Billion dan Fortune Southeast Asia 500.
Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan operasional, memperkuat budaya continues improvement , serta mengelola r isiko yang lebih baik agar lebih agile terhadap perkembangan ekonomi global maupun domestik. (har)




