a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BRIN Kembangkan Penyimpanan Energi Elektronik Fleksibel dari Limbah Sawit

dok BRIN

BRIN Kembangkan Penyimpanan Energi Elektronik Fleksibel dari Limbah Sawit

9 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan sistem penyimpanan energi yang fleksibel (dapat ditekuk) untuk perangkat elektronik berbahan baku limbar industri kelapa sawit.

Limbah abu boiler dari industri kelapa sawit yang jumlahnya mencapai jutaan ton setiap tahun masih menjadi masalah lingkungan karena belum dimanfaatkan dengan baik dan masih bernilai ekonomi rendah.

Padahal, limbah ini mengandung silika (SiO₂) 50-65% dan dapat diolah menjadi nanosilika, yaitu material berukuran sangat kecil sekitar 8–10 nm dengan sifat yang unggul. Nanosilika banyak  digunakan dalam berbagai bidang, dari kosmetik, biomedis, konstruksi, hingga elektronik dan energi.

“Pada bidang energi, Pusat Riset Elektronika (PRE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan sistem penyimpanan energi yang fleksibel (dapat ditekuk),” ungkap Peneliti PRE BRIN, Rike Yudianti seperti dikutip lama brin.go.id, Jumat (8/5/2026).

Pengembangan tersebut, tambah Rike, untuk memenuhi perkembangan perangkat elektronik yang wearable, yang mengikuti dinamika gerakan tubuh manusia.

Rike menerangkan, nanosilika memiliki beberapa kelebihan, seperti luas permukaan yang besar, struktur pori yang dapat disesuaikan, serta mudah dimodifikasi secara kimiawi.

Lebih lanjut Riek mengatakan, pihaknya mengembangkan superkapasitor fleksibel dengan performa elektrokimia yang stabil, yang dapat menyimpan energinya dalam waktu yang lama.

“Cukup sulit jika superkapasitor yang fleksibel masih menggunakan elektrolit cair karena berisiko bocor, mudah menguap, dan stabilitas elektrokimia yang rendah saat ditekuk terutama pada suhu tinggi dan penggunaan yang panjang,” jelas RIke.

Oleh karena itu, sambung Rike, pengembangan elektrolit padat untuk superkapasitor fleksibel  menjadi menarik dan menantang untuk mendukung perkembangan device elektronik masa depan.

Pada pengembangan elektrolit padat, nanosilika berperan penting dalam memperbaiki kontak elektrolit dan elektroda, sekaligus menambah disosiasi molekul di dalam sistem elektrolit dan transfer ion, karena nanosilika mengandung gugus silanol (–Si–OH).

Menutur Rike, tantangan elektrolit padat pada superkapasitor fleksibel, tidak hanya pada elektrolit padatnya sendiri, tapi juga pada antarmuka elektrolit dan elektroda.

“Hal ini cukup menarik untuk dieksplor. Saat ini kami sudah dapat menjaga stabilitas elektrokimianya saat sistem ini bekerja,” ungkap Rike.

Pengembangan elektrolit padat ini bekerja sama dengan salah satu  perguruan tinggi swasta di Indonesia dan perguruan tinggi di Jepang. Selain mengembangkan elektrolit padat, PRE BRIN juga merancang strategi perakitan perangkat agar performanya tetap baik meskipun digunakan dalam kondisi fleksibel.

“Pendekatan ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi masa depan, terutama untuk perangkat elektronik fleksibel dan wearable,” pungkas Rike. (fad)

Tags: BRINLimbah sawit

Related Posts

Tandan Kosong Sawit Berpotensi Besar untuk Perangkat Superkapasitor

BRIN Dukung Pemanfaatan Biomassa Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi

25 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan boiler biomassa berbahan bakar tandan kosong kelapa sawit...

BRIN Kembangkan Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri

BRIN Kembangkan Biopestisida Berbasis Minyak Atsiri

21 Agustus 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan biopestisida berbasis bahan alami dari minyak atsiri untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

12 Agustus 2025
Produk Sawit, Kakao, dan Karet Diyakini Dapat Tarif 0 Persen

Produk Sawit, Kakao, dan Karet Diyakini Dapat Tarif 0 Persen

5 November 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.