a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan

Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan

19 Maret 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor perkebunan nasional.

“Mitigasi terus diperkuat melalui budidaya adaptif, penggunaan benih unggul tahan kering, serta pendampingan kepada pekebun agar produksi tetap terjaga,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dikutip Rabu (18/3/2026).

Pemerintah, kata Mentan, mendorong berbagai strategi adaptasi guna menjaga produktivitas. Upaya ini dilakukan guna menjaga produktivitas berbagai komoditas perkebunan agar tetap stabil meskipun menghadapi kondisi cuaca kering.

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan pentingnya pengelolaan kebun yang adaptif.

“Konservasi tanah dan air serta pemanfaatan informasi iklim menjadi kunci agar perkebunan tetap produktif di tengah kemarau,” kata Roni.

Roni mengungkapkan, komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, kelapa sawit, hingga tebu termasuk yang rentan terdampak jika kondisi kemarau tidak diantisipasi dengan baik.

Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, terus memperkuat langkah mitigasi agar subsektor ini tetap tangguh.

Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan varietas tahan kekeringan, konservasi tanah dan air, serta pengelolaan kebun yang lebih efisien dalam penggunaan air.

Pendampingan juga ditingkatkan untuk membantu pekebun menghadapi potensi serangan hama dan penyakit yang meningkat saat musim kemarau.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mengembangkan demplot mitigasi dan adaptasi iklim. Melalui kebun percontohan ini, pekebun dilatih menerapkan teknik hemat air, mengelola kebun saat kemarau, hingga memanfaatkan limbah menjadi pupuk organik.

Penguatan tata kelola air juga dilakukan, termasuk di lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal untuk menjaga kelembapan tanah.

Selain itu, kata Roni, program Pembukaan Lahan Tanpa Membakar (PLTB) terus digencarkan guna mencegah kebakaran yang rawan terjadi saat musim kemarau.

Kesiapsiagaan turut diperkuat melalui pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) serta Kelompok Tani Peduli Api.

Di tingkat lapangan, pekebun diimbau menerapkan langkah adaptif seperti penggunaan pupuk organik, efisiensi pemupukan, serta pemantauan kondisi tanaman secara rutin. Teknologi konservasi air seperti rorak dan biopori juga dianjurkan untuk menyimpan cadangan air.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap subsektor perkebunan tetap mampu bertahan dan berkembang meski menghadapi tekanan cuaca kemarau.

“Menjaga kebun hari ini berarti menjaga ekonomi dan masa depan Indonesia. Perkebunan tangguh, Indonesia kuat,” ujar Roni.

Sementara itu, salah satu pekebun binaan mengaku berbagai pendampingan tersebut membantu dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk saat musim kemarau yang semakin panjang dan tidak menentu.

“Bagi kami, kebun adalah masa depan. Saat kemarau datang lebih lama, kami harus lebih pintar mengatur pola tanam dan menjaga ketersediaan air. Dengan pola tanam yang adaptif dan ramah lingkungan, kami siap menjaga perkebunan Indonesia tetap tangguh menghadapi tantangan iklim dunia,” kata Roni. (sat)

Tags: Ditjen PerkebunanKementanMentan Andi Amran SulaimanMitigasi KekeringanPerkebunan

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Transformasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan

Transformasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan

22 Agustus 2026
PT RPN Didukung BPDP dan Ditjenbun Latih Pekebun dari Labura Tingkatkan Kompetensi Budidaya

PT RPN Didukung BPDP dan Ditjenbun Latih Pekebun dari Tanah Bumbu Tingkatkan Kompetensi Budidaya

23 Mei 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.