PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sinergi dalam percepatan hilirisasi komoditas strategis seperti tebu, kopi, kelapa, dan kakao.
“Hilirisasi perkebunan tidak bisa berjalan parsial. Kita harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Abdul Roni Angkat, dikutip Selasa (3/3/2026).
Menurut Roni, dengan sinergi yang kuat, target peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani dapat tercapai.
Roni juga menegaskan bahwa hilirisasi harus dibangun berbasis ekosistem dari hulu hingga hilir secara terintegrasi termasuk pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum, dalam mengawal implementasi program di lapangan .
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian, Ito Hediarto, menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang harus diwujudkan secara konkret.
“Setelah swasembada komoditas padi berhasil kita capai, kini saatnya kita memperkuat swasembada komoditas perkebunan melalui hilirisasi tebu, kopi, kelapa, kakao, dan komoditas strategis lainnya. Kuncinya adalah kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral,” ujar Ito.
Dukungan penuh juga disampaikan Biro SDM Polda Jawa Timur, Nur Azis. Polda Jawa Timur beserta jajaran Polres di kabupaten/kota siap mendukung dan mendampingi program hilirisasi perkebunan.
“Selain menjaga stabilitas keamanan, Polri juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif, aman, dan berkelanjutan,” kata Nur Azis.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada kesempatan berbeda menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci peningkatan nilai tambah dan penguatan ekonomi nasional.
“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Hilirisasi adalah jalan untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat devisa negara. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai nilai tersebut agar kesejahteraannya meningkat,” ujar Mentan Amran.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas sektor di daerah.
Melalui program hilirisasi perkebunan, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah produk dari bahan mentah menjadi produk olahan maupun setengah jadi yang berdaya saing tinggi di pasar domestik dan global.
Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (sat)




