PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok Crude Palm Oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan dan jelang Idulfitri 1447 H.
“Kami memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip Senin (2/3/2026).
Di saat yang sama, lanjut Mentan, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali serta stabilitas pasokan pangan, khususnya minyak goreng, menjadi prioritas utama pemerintah.
Menurut Mentan Amran, penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan pangan dan energi. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus dipacu guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.
“Kunci stabilitas ada pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, kita dorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik,” tambah Mentan Amran.
Sementara itu Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Abdul Roni Angkat, menyebutkan, memasuki kuartal pertama 2026, stok dan produksi di tingkat hulu telah disiapkan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan yang secara historis naik 10–15 persen selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap pengemasan,” jelas Roni.
Roni menambahkan, pengaturan ritme pasokan dilakukan secara cermat agar peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik curah maupun kemasan (Minyakita).
Roni juga mengatakan, sistem pemantauan berbasis digital juga dioptimalkan untuk melacak distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terutama di sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.
Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menegaskan bahwa kekuatan sektor hulu kelapa sawit menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional, sekaligus mendukung kebijakan energi melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50.
Berdasarkan hasil monitoring lapangan serta sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi CPO nasional tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah kebijakan pemerintah menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk kebutuhan pangan domestik dan energi.
Berdasarkan rekapitulasi data stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026 menunjukkan posisi cadangan nasional dalam kondisi terkendali.
Pemantauan rutin terhadap stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan. (sat)




