PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan harga pupuk kini turun 20 persen dan langsung didistribusikan kepada petani. Produksi beras pun naik.
“Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi turun hingga 20 persen, dan distribusinya langsung ke titik serah di tingkat petani,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, dikutip Kamis (30/10/2025).
Ali Jamil mengakui, sebelumnya tata kelola pupuk terlalu birokratis, sehingga menyulitkan petani mendapat akses pupuk, terutama subsidi. “Sekarang lebih sederhana, transparan, dan efisien,” katanya.
Ali Jamil menegaskan, reformasi tata kelola pupuk menjadi salah satu pilar penting. Melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, Kementan berhasil memangkas 145 aturan menjadi satu sistem terpadu yang menghubungkan produsen hingga petani.
Lebih lanjut Ali Jamil menuturkan, pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian pangan nasional melalui reformasi besar-besaran di bidang produksi, tata kelola pupuk bersubsidi, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Menurut Ali Jamil, satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi periode transformasi besar di sektor pertanian.
Sementara itu, Direktur Pupuk, Ditjen PSP, Kementan, Jekvy Hendra, menuturkan bahwa kebijakan HET pupuk bersubsidi memberikan dampak langsung bagi petani di seluruh daerah.
“Sejak penurunan harga pupuk diumumkan pada 22 Oktober, penebusan pupuk melonjak hingga 72 sampai 78 ribu petani per hari. Ini menandakan kepercayaan petani kembali tumbuh,” ujar Jekvy.
Sementara dari sisi industri, Asep Saepul Muslim, SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan, PT Pupuk Indonesia menjelaskan bahwa sistem IPUBERS hasil kolaborasi dengan Kementan berhasil meningkatkan efisiensi distribusi pupuk hingga ke tingkat tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Asep menyebutkan, stok pupuk bersubsidi hingga Oktober sebesar 1,1 juta ton dengan lebih dari 129 rute distribusi dan 509 gudang di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dinilai bisa memenuhi kebutuhan pupuk subsidi 43 hari ke depan, dan 434 ribu ton untuk pupuk non-subsidi.
“Alhamdulillah, harga pupuk sudah turun. Urea sekarang Rp90 ribu per sak, sebelumnya Rp125 ribu. Kami senang sekali, ini sangat membantu kami petani kecil,” kata Eko, petani di Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Rabu (29/10/2025).
Tak hanya petani, pihak distributor pun mengonfirmasi bahwa harga pupuk memang turun signifikan sesuai kebijakan pemerintah. Tari, distributor di Kios Pupuk Mitra Tani Sejati, menjelaskan bahwa harga baru sudah diterapkan dan langsung dirasakan petani.
“Sekarang sudah turun jadi Rp90 ribu. Sejak keputusan pemerintah keluar, kami langsung menyesuaikan harga di kios. Kami juga melihat para petani di sini sangat senang dan bersyukur,” ungkap Tari. (yer)




