Perkebunanindonesia.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menghadirkan varietas unggul kopi Arabika asal Tana Toraja yang berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Tanaman Perkebunan, BRIN, Rubiyo mengungkapkan, varietas kopi Arabika hasil riset BRIN kini telah mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dan memiliki mutu cita rasa yang diakui secara internasional.
“Melalui pendekatan pemuliaan partisipatif dan kolaborasi antara BRIN, petani lokal, kelompok tani, serta mitra industri, kami berhasil merakit empat varietas unggul kopi Arabika dari Tana Toraja,” ujar Rubiyo, seperti dikutip Kamis (17/7/2025).
Menurut Rubiyo, keempat varietas tersebut yakni Toraya Uluway, Toraya Langda, Toraya Buntu Santung, dan Toraya Bolong, telah resmi terdaftar dan dilepas sebagai varietas nasional.
Data menunjukkan bahwa produktivitas kopi dari varietas baru ini mencapai 1,5 hingga 2 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional.
Tak hanya itu, skor cita rasa kopi dari varietas-varietas tersebut juga tergolong excellent, dengan nilai tertinggi mencapai 87,38 poin.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja Sinija Somalinggi selaku penerima manfaat, mengungkapkan bahwa sejak varietas kopi unggul ini dikembangkan dan diterapkan secara luas, taraf ekonomi masyarakat petani kopi meningkat secara signifikan.
“Hasil panen meningkat, harga jual kopi juga naik karena kualitasnya lebih baik. Ini berdampak langsung pada penghasilan petani kami,” ujar Sinija.
Tana Toraja sendiri memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi Arabika unggulan, dengan luas lahan mencapai lebih dari 10.000 hektare.
Namun selama ini, kata Rubiyo, keterbatasan varietas unggul, serangan hama, serta rendahnya mutu dan produktivitas menjadi tantangan yang belum terselesaikan.
BRIN tidak hanya menghadirkan inovasi varietas kopi, tetapi juga membangun sistem pemuliaan berbasis partisipasi, pelatihan teknis bagi petani, dan membangun jejaring kelembagaan bersama pemerintah daerah dan mitra usaha.
“Inovasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal keberlanjutan ekonomi dan kemandirian masyarakat,” ujar Rubiyo.
Menurut Rubiyo, hal inilah wujud nyata peran BRIN dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. (har)




