a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Wamentan dan Rektor IPB Luncurkan Benih Paten

Wamentan dan Rektor IPB Luncurkan Benih Paten

15 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, perkebunanindonesia.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Arif Satria, resmi meluncurkan benih padi varietas unggul baru (VUB) hasil riset IPB University di Kampus Dramaga, Bogor, Rabu (14/5/2025).

Varietas yang diluncurkan yakni IPB 13S, IPB 14S, dan IPB 15S, yang tidak hanya unggul dari sisi kuantitas hasil panen, tapi juga kualitas rasa yang lebih pulen dan bernilai jual tinggi.

Hasil riset IPB menunjukkan potensi hasil mencapai 11,6 hingga 12 ton per hektar, jauh di atas rata-rata nasional.

Wamentan Sudaryono menyebut bahwa peluncuran tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya modernisasi dan intensifikasi pertanian nasional.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai tindaklanjut kunjungannya bersama Rektor IPB University, Prof. Arif Satria di Wageningen University and Research (WUR) Belanda beberapa waktu lalu, dalam memperkuat kolaborasi riset dan teknologi pertanian nasional.

“Saya hadir dalam acara peluncuran yang pertama, bibit padi dengan veritas IPB 13S, 14S, dan 15S yang selain rasanya lebih enak, tapi juga produktivitas per hektarnya, profitasnya tinggi, 11,6 sampai dengan 12 ton per hektar, ini kan luar biasa ya,” ujar Wamentan.

Menurut Wamentan, dengan benih yang baik saja, kita bisa meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

“Ini bagian dari upaya intensifikasi pertanian yang modern dan berbasis riset,” ujar Wamentan Sudaryono.

Selain benih unggul, acara peluncuran juga memperkenalkan teknologi Automatic Weather System (AWS) yang telah dipasang di lebih dari 80 titik di seluruh Indonesia.

AWS memungkinkan petani mengakses informasi cuaca akurat hingga radius 20 kilometer, yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pertanian dari mulai tanam hingga panen.

“Karena pertanian ini sangat erat hubungannya sama iklim dan cuaca ya, jadi bagaimana membaca cuaca ini menjadi penting, tidak lagi pake katanya atau tidak lagi lihat awan kemudian melakukan tindakan,tapi berdasarkan analisa cuaca, berbasis data yang akurat, nah ini saya kira bagus,” kata Wamentan Sudaryono.

 

Pemerintah, lanjut Wamentan, kini juga sedang mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk sektor pertanian. Sistem ini nantinya akan mengintegrasikan data cuaca, jenis benih, kontur dan kondisi tanah, irigasi, jadwal tanam-panen, hingga informasi alat dan mesin pertanian. Semua informasi ini akan digunakan untuk memberikan rekomendasi tepat guna bagi petani.

 

“Sistem AWS ini nanti dimasukkan, outputnya nanti yang mahal, outputnya adalah rekomendasi untuk petani, nanamnya kapan, jumlahnya berapa, jenis padinya yang sesuai di tanah yang akan ditanami, nanti disitu ada alsintannya, kita masukkan semua. Nah inovasi ini sedang kami bangun,” jelas Sudaryono.

 

Sementara itu, Rektor IPB University, Arif Satria mengatakan bahwa IPB terus mengembangkan varietas padi untuk berbagai jenis lahan, termasuk sawah, lahan kering (padi gogo), dan lahan pasang surut.

 

IPB, lanjut Arif, bahkan telah merilis varietas IPB 9G khusus untuk lahan gogo yang juga bisa diterapkan di sawah dengan hasil maksimal. IPB juga ada varietas lahan pasang surut.

 

“Jadi kalau Pak Wamentan mencari benih untuk lahan tersebut, kita juga sudah ada, varietas untuk lahan tahan naungan juga sudah ada,” ujar Arif.

 

Arif berharap, dengan potensi ini, IPB bisa memperbanyak dan memasarkan sehingga bisa dinikmati oleh publik dan oleh masyarakat Indonesia.

 

Arif juga mengatakan bahwa IPB University sudah mengembangkan antrak robot cerdas berbasis AI yakni untuk mendeteksi penyakit antraknosa pada cabai.

 

Teknologi ini diharapkan dapat membantu petani mengantisipasi serangan penyakit sejak dini secara efisien.

 

“Untuk cabai, karena cabai ini sekarang produk yang rentan inflasi, maka sangat penting untuk bisa ditingkatkan kualitas produksinya,” jelas Arif. (sat)

Tags: Padi

Related Posts

Kementan Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan

Kementan Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan

3 Agustus 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) siapkan benih yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat sesuai potensi wilayah masing-masing...

Mentan akan Tindak Tegas Produsen Benih yang Melanggar Aturan

Mentan akan Tindak Tegas Produsen Benih yang Melanggar Aturan

17 Juni 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pastikan pihaknya akan menindak tegas produsen dan penyalur benih...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Sawit Sumut Naik Tipis

Harga TBS Sawit Sumut Masih Naik

26 Juli 2025
Kemenperin Terus Pacu Hilirisasi Minyak Atsiri

Kemenperin Terus Pacu Hilirisasi Minyak Atsiri

10 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.